MUNGKID - Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang mendorong para pelaku wisata di wilayahnya untuk menerapkan prosedur operasi standar (SOP) keamanan. Terlebih, pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Magelang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) 2019 - 2024.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri, Disparpora Kabupaten Magelang Arif Rahman Hakim menuturkan, di wilayahnya terdapat berbagai potensi pariwisata yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh pelaku wisata. Terutama dalam mengoptimalisasi peluang tersebut.
SOP merupakan modal utama untuk menjalankan operasional. "Walaupun sudah ada SOP, tetapi jika tidak dijalankan dengan baik termasuk checklist-nya, maka juga akan menimbulkan masalah keselamatan," paparnya, Minggu (1/12).
Langkah terpenting ketika membuat sebuah DTW adalah diawali dengan mempersiapkan SOP sebaik mungkin, tergantung jenisnya. SOP di destinasi wisata air atau waterpark akan sangat berbeda dengan destinasi yang ada di pegunungan."Yang penting ada SOP baku terkait keselamatan dan keamanan yang harus dijalankan. Dan stakeholder terkait juga harus ikut membantu dalam pembuatan SOP," lanjutnya.
Di sisi lain, sumber daya manusia (SDM) seringkali menjadi kendala dalam implementasi SOP. Lebih-lebih, pengelola wisata kerap abai terhadap SOP seperti pengecekan wahana, penyediaan alat keselamatan, dan lain sebagainya.Kadang SOP yang sudah dibikin tidak pernah dijalankan secara rutin, cheklist-nya berhenti karena mungkin merasa aman-aman saja. “Ini yang sering terjadi," kata dia.
Dia juga mengimbau adanya SOP keselamatan dan keamanan di destinasi wisaga alam, terutama pegunungan harus lebih diperhatikan kembali sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Petugas dilapangan dituntut mampu menguasai kondisi dan medan untuk penyelamatan jika terjadi sebuah bencana.
Baca Juga: Dukung Gaya Hidup Sehat dengan Konsumsi Susu Kambing Etawalin, Gisel Ikut Borobudur Marathon 2024
Menurutnya, mitigasi menjadi hal yang harus dilakukan terutama terkait keselamatan dan keamanan. Selain itu, pengelola juga sudah harus memiliki nomor telpon darurat yang dapat dihubungi.Aris berharap, setiap destinasi wisata memiliki dokumen terkait SOP dari awal hingga akhir. "Dan SOP itu dapat dijalankan secara rutin oleh pengelola destinasi wisata," lontarnya. (aya/din)
Editor : Din Miftahudin