Moh Salah Terancam Absen, Australia Tak Gentar Hadapi Mesir, Jordan Bos: Ini Soal Bertahan atau Tersingkir

Timnas Australia menegaskan tidak gentar menghadapi Mesir pada babak 32 besar Piala Dunia FIFA. Meski mengakui kualitas bintang Mesir, Mohamed Salah, para pemain Socceroos menegaskan bahwa duel nanti akan menjadi pertarungan hidup-mati.
Laga yang akan berlangsung Jumat (3/7/2026) turut diwarnai tanda tanya mengenai kondisi kebugaran Salah. Kapten Mesir tersebut mengalami cedera hamstring saat negaranya bermain imbang 1-1 melawan Iran pada pekan lalu.
Dokter tim Mesir, Mohamed Abou El-Ela, mengonfirmasi bahwa Salah mengalami masalah pada otot hamstring. Sang penyerang bahkan tidak mengikuti sesi latihan pada Senin dan menjalani program pemulihan bersama Ahmed Fatouh serta Mohamed Abdelmonem.
Sementara itu, Hamdy Fathy menjalani latihan terbatas dan berusaha pulih untuk mengisi lini tengah yang kehilangan Mohanad Lasheen akibat akumulasi kartu.
Meski kebugaran Salah masih menjadi perhatian utama jelang pertandingan, bek Australia, Jordan Bos, menegaskan timnya tidak akan memberi perlakuan istimewa kepada siapa pun saat pertandingan dimulai.
"Di luar lapangan mungkin ada rasa hormat, tetapi di lapangan tidak ada rasa hormat. Ini soal makan atau dimakan. Semua orang akan masuk ke pertandingan dengan mentalitas itu, begitu juga saya," kata Bos.
Ia mengakui kualitas Salah sebagai salah satu pemain terbaik dunia, tetapi Australia telah menyiapkan strategi untuk meredam ancaman sang penyerang.
"Mo Salah adalah pemain kelas dunia dan sudah berada di level tertinggi selama bertahun-tahun. Kami tentu harus memikirkan bagaimana menghentikannya dan juga Mesir. Kami sudah mulai mempelajarinya dan kini tinggal menyempurnakan rencana bersama pelatih serta staf," ujarnya.
Australia melaju ke fase gugur setelah bermain imbang tanpa gol melawan Paraguay, hasil yang melengkapi kemenangan 2-0 atas Turki di laga pembuka. Catatan tersebut membuat Socceroos membukukan dua clean sheet dalam satu edisi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka.
Lini pertahanan Australia sebelumnya sukses meredam sejumlah pemain berbahaya seperti Arda Güler, Kenan Yıldız, dan Julio Enciso. Kini tantangan berikutnya datang dari Salah dan penyerang Omar Marmoush.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




