RADAR JOGJA - Setelah kursi Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) kosong cukup lama, Mabes Polri akhirnya mengumumkan penunjukan Komjen Pol Ahmad Dofiri sebagai Wakapolri yang baru.
Penunjukan ini diumumkan pada Selasa, 12 November 2024, oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, melalui Surat Telegram Nomor ST/2517/xi/kep./2024.
"Terdapat 1 ST Mutasi Pada Tanggal 11-11-2024," ujar Irjen Sandi Nugroho, menandakan perubahan besar dalam struktur kepolisian.
Mutasi ini mencakup 55 personel Polri yang mendapatkan promosi jabatan, dan salah satunya adalah Komjen Dofiri yang kini resmi menjabat sebagai Wakapolri.
Keputusan ini menandai berakhirnya kekosongan jabatan Wakapolri yang telah berlangsung cukup lama setelah Agus Andrianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolri, dipilih untuk menduduki posisi menteri dalam Kabinet Merah Putih.
Agus Andrianto kini menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain penunjukan Komjen Ahmad Dofiri, mutasi ini juga membawa perubahan signifikan dalam jajaran pimpinan Polri.
Di antaranya, Irjen Dedi Prestyo ditunjuk sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, sementara Irjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mendapatkan tugas baru sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdiklat Polri).
Brigjen Pol Cahyono Wibodo juga mendapatkan promosi menjadi Kepala Koordinator Staf Pengawasan Pusat (Kakortastipidkor).
Keputusan penunjukan ini datang setelah pengumuman kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024 lalu.
Dalam pengumuman tersebut, Prabowo mengumumkan susunan Kabinet Merah Putih yang akan membantu kepemimpinannya dalam periode 2024-2029.
Kabinet ini terdiri dari 48 menteri dan 56 wakil menteri, termasuk Agus Andrianto yang kini bertugas di sektor imigrasi dan pemasyarakatan.