RADAR JOGJA - Kasus viral seputar kepemilikan akun Kaskus Fufufafa kembali menghebohkan publik.
Kali ini, teori baru mengungkapkan bahwa mantan Menpora, Roy Suryo, diduga kuat menjadi sosok di balik akun misterius itu, bukan Gibran Rakabuming Raka seperti yang selama ini disangka.
Spekulasi ini disampaikan oleh selebgram Intan Srinita.
Ia dengan percaya diri menyebut bahwa akun Fufufafa sesungguhnya dikelola oleh Roy Suryo, bukan putra sulung Presiden Jokowi.
Dalam unggahannya, Intan bahkan mengklaim bahwa Roy Suryo sempat ditahan atas tuduhan menyebarkan fitnah terhadap Gibran.
Intan mengungkapkan dalam sebuah video, bahwa akun Fufufafa yang dianggap milik Gibran sebenarnya didalangi oleh Roy Suryo.
Baca Juga: Prabowo Subianto Ucapkan Selamat untuk Donald Trump sebagai Presiden AS Terpilih Lewat Sambungan Telepon: Begini Katanya!
Menurutnya, Roy sengaja membuat akun ini untuk menyebarkan informasi bohong sebagai bentuk kebencian terhadap Gibran.
Lebih jauh, Intan menduga bahwa Roy Suryo hanya berpura-pura mencari tahu identitas pemilik akun Fufufafa, sementara sebenarnya ia sendiri yang berada di balik semua unggahan kontroversial tersebut.
Dalam tuduhannya, Intan juga menuding Roy Suryo berusaha menjatuhkan Gibran dengan berbagai postingan di akun Fufufafa.
Karena itu, menurut Intan, Roy Suryo layak dipenjara selama sembilan bulan atas tindakan-tindakan tersebut yang dianggap merugikan pihak Gibran.
Sontak, pernyataan Intan tentang Roy Suryo ini ramai disorot oleh publik.
Namun, tak lama setelah unggahannya viral, Intan menghapus konten itu.
Baca Juga: Jared Kushner Siap Garap Investasi di Indonesia Usai Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto
Aksi ini pun semakin memicu reaksi warganet yang penasaran, tak hanya soal tuduhan Intan, tetapi juga latar belakangnya.
Diketahui, Intan Srinita mengklaim dirinya sebagai kreator konten, dubber, sekaligus pekerja kreatif di televisi.
Di LinkedIn, profilnya menunjukkan bahwa ia adalah lulusan Universitas Pakuan, yang meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada tahun 2018 setelah empat tahun kuliah.
Editor : Winda Atika Ira Puspita