PURWOREJO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan simulasi pemungutan suara hingga perhitungan suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada Minggu (10/11). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Blimbing, Bruno, Purworejo di tempat pemungutan suara (TPS) 02.
Baca Juga: Bazar Buku Purworejo 2024, Tingkatkan Budaya Literasi Generasi Muda di Purworejo
Sebanyak 445 daftar pemilih tetap (DPT) di TPS diajak untuk mengikuti kegiatan simulasi. Ketua KPU Kabupaten Purworejo Jarot Sarwosambodo mengungkapkan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memastikan kelancaran tahapan pemungutan suara Pilkada 2024 pada 27 November 2024 nanti.
Selain itu, untuk memastikan kesiapan SDM dari penyelenggara pemilihan di 16 kecamatan. "Ini merupakan bagian dari latihan. Nantinya, hasil dari proses simulasi ini akan diaplikasikan oleh penyelenggara pemilihan yang ada di 16 kecamatan," terangnya Minggu (10/11).
Baca Juga: Manfaat Kerang Bagi Kesehatan Tubuh Yang Jarang Diketahui
Dalam penyelenggaraan simulasi tersebut, KPU Kabupaten melibatkan anggota panitia pemungutan suara (PPS) dari 18 desa di Kecamatan Bruno. Selain itu, juga menghadirkan perwakilan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dari 16 kecamatan, untuk bisa melihat, mereplikasi, serta meneruskan informasi terkait simulasi tersebut kepada jajaran ad hoc sampai ke tingkat TPS.
Diketahui, simulasi di TPS 02 Desa Blimbing tersebut dilaksanakan secara rill mulai dari pemungutan suara, perhitungan suara, hingga rekapitulasi suara. Pelaksanaan pemungutan suara juga disesuaikan dengan jadwal pemilihan sesungguhnya yaitu pukul 07.00 sampai 13.00.
"Tujuannya itu proses yang kami lalui ini akan jadi bahan mitigasi untuk penyelenggara pemilihan di 16 kecamatan. Jadi yang kami lakukan soal substansi surat suaranya tetapi prosesnya," sebut dia. Pihaknya ingin mengetahui waktu, melihat atau mendeteksi apa saja kemungkinan yang menjadi kendala dalam proses pemungutan dan penghitungan suara untuk menjadi panduan dalam pemungutan suara sesungguhnya.
Dia menegaskan, simulasi tersebut tidak merepresentasikan atau mewakili apapun pada Pilkada Serentak 2024 nanti. Gambar peserta hingga nomor urut yang ada pada surat suara berbeda dengan yang akan digunakan pada hari H pemungutan suara nanti. "Jenis surat suara, nama kabupaten, nama provinsi semua beda, gambar yang digunakan adalah makanan. Ini sudah kami antisipasi dan kami pastikan betul bahwa kami hanya ingin merekam proses pelaksanaannya saja," lnajut dia.
Jarot berharap, kegiatan simulasi tersebut dapat menjadi patokan pelaksanaan pemungutan suara agar nantinya sesuai SOP. "Sehingga, pilkada di Purworejo dapat berlangsung baik, aman, lancar, terkendali, dan kondusif. Pun, menghasilkan pemimpin sesuai yang diinginkan," tutur Jarot.
Sementara, Camat Bruno Taufik Bagus Setyoko sangat mengapresiasi dan bersyukur karena TPS 02 Desa Blimbing terpilih sebagai tempat simulasi. Dia meyakini, proses simulasi tersebut sebuah media belajar luar biasa untuk mensukseskan Pilkada demi Kabupaten Purworejo dan Jateng yang lebih baik. "Mudah-mudahan dari simulasi ini penyelanggara pemilihan di Kecamatan Bruno memeroleh gambaran utuh baik teori hingga regulasi yang ada sehingga tinggal diimplementasikan saat hari H," harap dia.
Baca Juga: Bawaslu Purworejo Kembali Terima Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye, Kini terkait Politik Uang
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Triwahyuni Wulansari menambahkan, dalam rangka mewujudkan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Bupati/Wakil Bupati Purworejo yang berkualitas, setiap tahapan harus dipersiapkan dengan matang, termasuk proses pemungutan dan penghitungan suara. Kedua proses tersebut merupakan tahapan yang paling krusial sekaligus paling rawan.
Untuk itu, harus benar-benar dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik. Melalui simulasi ini, diharapkan semua dapat memahami secara detail mekanisme yang ada. "Sehingga mampu melaksanakan dengan baik sekaligus mengantisipasi potensi kendala yang mungkin timbul," ungkapnya.
Dua berharap, simulasi yang dilakukan bisa menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan kapasitas dalam melaksanakan pesta demokrasi ini. "Semoga dapat terwujud pesta demokrasi yang berintegritas dalam suasana yang aman, damai, dan menyenangkan," tandas dia. (han)
Editor : Din Miftahudin