MUNGKID - Sebanyak 525 daftar pemilih tetap (DPT) di Dusun Bakalan, Sawangan mengikuti simulasi pemungutan suara menjelang Pilkada 2024, Minggu (10/11). Simulasi tersebut dilakukan untuk memantapkan persiapan pemungutan dan penghitungan suara, menyamakan pemahaman bersama, sekaligus mengimplementasikan regulasi yang ada.
Sehari sebelumnya, PPS dan KPPS mendatangi satu per satu rumah warga untuk memberikan undangan pencoblosan. Sejak pukul 07.00, warga mulai mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) 004. Meski hanya simulasi, namun lokasi itu dirancang seperti TPS yang nantinya akan digunakan saat pilkada.
Mereka diminta untuk melakukan pencoblosan di bilik suara. Begitu selesai, surat suara itu dimasukkan pada kotak suara. Ada petugas KPPS yang akan mengarahkan mereka agar memasukkan surat suara sesuai jenis dan warnanya. Bahkan, setelah warga menggunakan hak pilihnya, mereka mencelupkan salah satu jarinya ke tinta ungu.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang Ahmad Rofik mengutarakan, simulasi ini dinilai penting karena pada Pilkada mendatang satu TPS maksimal terdiri atas 600 pemilih. "TPS dengan jumlah pemilih 600 itu nanti secara teknis di lapangan dapat menghabiskan waktu berapa lama dan satu orang (membutuhkan) berapa menit," ujarnya.
Dengan adanya simulasi ini, KPU bisa memperoleh gambaran penerapan pemungutan suara di masing-masing TPS agar bisa lebih efisien. Termasuk mengidentifikasi potensi permasalahan yang dihadapi oleh KPPS. Karena itu, pada simulasi kali ini, KPU juga menggandeng KPPS di TPS lokasi khusus (loksus) agar mereka memahami regulasi yang ada.
Di Kabupaten Magelang ada 2.011 TPS dan 20 di antaranya merupakan TPS loksus yang ditempatkan di pondok pesantren (ponpes). TPS itu tersebar di Kecamatan Tegalrejo, Bandongan, Candimulyo, Dukun, Mertoyudan, Secang, dan Salaman. "Sehingga kami juga melibatkan KPPS di TPS loksus pada simulasi ini agar memahami alur dan regulasinya," katanya.
KPU sudah mengimbau kepada PPS maupun KPPS agar dalam pembuatan TPS tetap memperhatikan aksesibilitas, khususnya bagi penyandang disabilitas. Rofik mengatakan, nantinya setiap TPS juga tersedia alat bantu tunanetra untuk memudahkan pencoblosan.
Pj Bupati Magelang Sepyo Achanto menuturkan, tahun ini pilkada dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Karena itu, perlu adanya persiapan yang matang agar prosesnya berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. "Simulasi ini menjadi upaya KPU untuk memantapkan persiapan dan meminimalisasi masalah yang bakal terjadi saat hari pencoblosan," lontarnya. (aya/din)
Editor : Din Miftahudin