RADAR JOGJA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan keberhasilan pihaknya dalam memblokir 187.000 situs judi online.
Meutya menyebut, upaya ini mencerminkan tren positif dalam memberantas aktivitas ilegal di dunia digital yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).
“Kita sudah menangani 187 ribu situs, terbanyak dalam rentang 10 hari sepanjang sejarah. Jadi, 10 hari setelah dilantik, kami berhasil menghapus akses ke 187 ribu situs judi online,” ujar Meutya.
Meski demikian, Meutya menegaskan bahwa angka ini bukanlah sebuah prestasi melainkan tanggung jawab dasar yang harus dilaksanakan oleh kementeriannya.
“Apapun itu judi online bukan prestasi, selama itu masih ada. Jadi saya tidak menyatakan itu prestasi kami, tapi paling tidak trend positif,” ucapnya.
Sebagai target ke depan, mantan Ketua Komisi I DPR RI ini mengungkapkan komitmen untuk menutup sekitar 1,8 hingga 2 juta situs judi online dalam 100 hari pertama kepemimpinannya.
Untuk mencapai target ini, ia berencana memperkuat tim pengawasan ruang digital yang saat ini masih terbatas.
“Mudah-mudahan atau paling tidak kita persempit terus celah-celah kepada mereka yang ingin melakukan kejahatan-kejahatan di dunia maya termasuk judi online,” ucap Meutya.
Selain pemberantasan judi online, Meutya juga berfokus pada masalah pinjaman online ilegal dan upaya menciptakan internet ramah anak.
Prioritas ini, menurut Meutya, sudah menjadi bagian dari "pesanan" yang ia terima saat masih menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI, yang juga membawahi Kemenkomdigi.
“Perang terhadap judi online, pinjaman online ilegal karena saya perempuan, saya tambah tidak cuma dua itu saya tambah juga bagaimana internet ramah anak,” ucap Meutya.
Dengan tekad ini, Meutya berharap langkah-langkah Kemenkomdigi dapat terus mengurangi jumlah situs judi online dan meningkatkan keamanan dunia maya di Indonesia. (Azka Fahreza Antoni Putra)
Editor : Meitika Candra Lantiva