RADAR JOGJA - Partai NasDem akhirnya mengambil keputusan penting untuk tidak bergabung dalam kabinet pemerintahan yang akan dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Hal ini secara resmi disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim.
Menurut Taslim, keputusan ini diambil berdasarkan berbagai pertimbangan matang yang lebih menitikberatkan pada peran pemikiran ketimbang jabatan di pemerintahan.
Taslim menegaskan bahwa bagi NasDem, memberikan kontribusi pemikiran yang diterima oleh pemerintahan jauh lebih penting daripada menempatkan kader mereka dalam posisi menteri.
"Menurut kita, pikiran-pikiran kita kalau diterima itu jauh lebih penting daripada kita masuk dalam kabinet," ujar Taslim.
Meski NasDem tidak memiliki perwakilan secara fisik di kabinet, Taslim memastikan bahwa partai ini tetap akan berperan aktif dalam mendukung pemerintahan.
NasDem, akan tetap berkontribusi terhadap berbagai isu penting yang dihadapi negara.
"Pikiran-pikiran kita konstribusi terhadap berbagai hal itu akan jauh lebih berarti daripada secara fisik kita masuk," tambah Taslim dengan tegas.
Sebelum keputusan ini diambil, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sempat bertemu dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan tersebut, Paloh menyampaikan kesiapan NasDem untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan baru yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Paloh juga menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan baru ini.
"NasDem hari ini kembali menegaskan mendukung pemerintahan di bawah Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran," ucap Surya Paloh usai pertemuannya dengan Prabowo, Kamis (25/4/2024).
Paloh menyebut bahwa menjadi bagian dari koalisi adalah keputusan yang terbaik bagi partai dan dirinya.
Dengan pilihan strategis ini, NasDem berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, meski tanpa keterlibatan langsung di dalam kabinet.
Fokus NasDem adalah pada peran pemikiran dan kontribusi nyata bagi kemajuan negara di bawah pemerintahan baru.
Editor : Winda Atika Ira Puspita