RADAR JOGJA - Alika bocah SD yang hidup sebatang kara sempat viral di sosial media, begini kondisi terbarunya.
Alika berasal dari Dusun Kesuma, Tempos Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Namanya viral, karena perjuangannya merawat keluarganya dan mencari nafkah.
Alika hidup dengan seorang ayah yang mengidap kanker getah bening, Alika harus berjualan sayur mengelilngi kampung untuk sekedar bertahan hidup dan mencari makan.
Dalam tayangan video yang beredar sebuah akun TikTok @ichaa.nissya banyak masyarakat yang memberikan donasi dan sumbangan kepada Alika karena keteguhan hati dan kasihnya untuk merawat ayahnya.
Alika bercerita, Terkadang dia harus meninggalkan bangku sekolah karena harus merawat ayahnya, ibunya sudah meninggal dua tahun lalu.
Kehilangan ibunda membuat tangisnya pecah saat rekan rekan media mencoba melontarkan beberapa pertanyaan terkait keadaan dan kondisi Alika saat ini.
Tidak lama kemudia ayah Alika meninggal dunia.
Alika hidup sebatang kara di rumah Dusun Kesuma, Tempos Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Bantuan dari berbagai sudut datang untuk mengobati luka kehilangan yang di alami Alika.
Namun nyatanya kesdihan masih nampak di wajah bocah SD penjual sayur itu.
Kesedihan mendalam ketika orang-orang yang paling berharga di hidupnya telah pergi.
Kini Alika telah di rawat keluarga terdekat, dengan pengawasan pemerintah desa.
Alika mendapat banyak perhatian dari warga net bahkan ada beberapa tawaran adopsi untuk Alika, tetapi pihak keluarga melarang karena keluarga dari ayahnya akan merawat.
Dalam unggahan sebuah akun TikTok @ichaa.nissya menjelaskan, Alika mendapat donasi dari semua netizen tiktok yang di peruntukan untuk kebutuhan pendidikan sebesar RP. 42.2000.000.
Dengan total tabungan pendidikan Alika keseluruhan berjumlah Rp 74.000.000.
Dana ini telah di berikan ke pihak keluarga dan di awasi oleh pemerintah dari Dusun Kesuma, Tempos Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. (Riko Alamsyah)