RADAR JOGJA - Pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Artis Indoesia Raffi Ahmad menjadi topik pembicaraan hangat oleh warganet di media sosial.
Sosok di balik penghargaan ini adalah Rantastia Nur Alangan, CEO dari Universitas Internasional Prestasi Mandiri (UIPM), institusi yang memberikan gelar kehormatan tersebut.
Namun, penghargaan ini tak lepas dari kontroversi, dengan banyak pihak yang mempertanyakan relevansi dan dasar dari pemberian gelar ini kepada salah satu figur publik paling populer di Indonesia.
Reputasi Universitas Internasional Prestasi Mandiri (UIPM) mulai dipertanyakan setelah warganet melakukan penelusuran lebih lanjut.
Terlebih lagi, baru-baru ini muncul komentar viral dari netizen yang juga menyuarakan keraguan terhadap sosok Rantastia Nur Alangan.
“Gue melihatnya bukan pengalihan isu sih, justru ini delegitimasi Raffi sbg orang punya relasi sama Fufufafa. Honoris Causa Raffi Ahmad diramein karena lembaganya fraud. Jika besok-besok Raffi dikasih jabatan di pemerintah, publik tau gelar Doktor si Raffi dari kampus gak jelas."
“Di web UIPM selain kita bisa mengajukan gelaruna Doktor Honoris Causa Gue takjub UIPM ini kayak pusat segala ilmu pengetahuan di bawah asuhan Prof. Dr. Mohammad Soleh Ridwan (yg foto selfienya dipajang di web kampus), bidang keilmuan yg UIPM mulai dari enjenering, kesehatan, humanoria, teologi, agrikultur, ilmu kelautan, ekonomi, kimia, politik, filsafat dll. Lengkap ilmu dunia akhirat ada semua," tulis @mazzini_gsp di platform X.
Menurut informasi dari YouTube UIPM TV OFFICIAL, Rantastia merupakan putra dari Nursijah dan Setyo Rahardjo.
Rantastia mengungkapkan bahwa orang tuanya memiliki latar belakang keturunan ningrat, dengan ibunya berasal dari garis keturn Kyai Santang, sedangkan ayahnya, menurut pengakuan ibunya, adalah keturunan Haji Wahid Hasyim.
Rantastia dikenal sebagai anggota militer internasional di Soldier of Peace International Association (SPIA) dengan pangkat Letnan Jenderal.
Ia mengaku telah menempuh pendidikan di Budi Utomo di bidang komputer dan pernah belajar Diplomat Militer di China, di mana ia dianugerahi Bintang 3 oleh SPIA.
Sejak 2018, Rantastia menjadi perwakilan SPIA di Indonesia, dan video di YouTube UIPM Channel menunjukkan beberapa penghargaan militer yang telah diraihnya.
Ia juga mengaku kerap diundang ke PBB New York setiap bulan karena pernah menjabat sebagai Direktur European Federation Police untuk Indonesia dari 2020 hingga 2021.
Sayangnya, informasi pribadi mengenai Rantastia Nur Alangan, termasuk akun media sosialnya, masih sangat terbatas hingga saat ini.
Rantastia menyatakan bahwa ia adalah alumni Universal Institute of Professional Management (UIPM) dengan gelar Doctor of Philosophy (PhD) dalam Pendidikan Jarak Jauh, yang ditempuh dari tahun 2002 hingga 2018. (M. Akmaluddin Fahmi)
Editor : Meitika Candra Lantiva