Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hidup dalam Keterbatasan: Sulitnya Akses Pangan Bergizi Akibat Kondisi Geografis, Krisis Gizi Buruk 2018 Masih Menghantui Anak-Anak Asmat di Papua

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 3 Oktober 2024 | 21:56 WIB

 

Kondisi Anak-Anak Asmat di Papua Selatan.
Kondisi Anak-Anak Asmat di Papua Selatan.

RADAR JOGJA – Di balik keindahan alam Papua yang eksotis, terdapat kisah pilu tentang perjuangan anak-anak Suku Asmat.

Hidup di rumah-rumah papan di tengah rawa, dikelilingi oleh sungai dengan akses listrik dan air bersih yang terbatas.

Mereka bertahan dalam kondisi yang jauh dari kata layak. Terutama dalam hal standar kesehatan yang ideal.

Di pedalaman Asmat, krisis gizi buruk yang pernah melanda pada 2018 masih membayangi, seolah menjadi ancaman yang tak kunjung usai.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, keterbatasan infrastruktur dan sulitnya akses pangan bergizi membuat mereka terus terjebak dalam lingkaran masalah kesehatan yang belum terpecahkan.

Pola hidup yang tidak sehat terus berlangsung, mengancam kembali kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk yang pernah mereka alamai enam tahun lalu.

Anak-anak di wilayah ini terpaksa mengonsumsi air dari rawa tanpa dimasak, akibat terbatasnya akses air bersih.

Ketergantungan pada mi instan semakin meningkat, menggantikan makanan tradisional kaya gizi seperti sagu dan ikan.

Keterbatasan geografis memperparah masalah akses pangan bergizi. Sayuran, buah-buahan, dan protein hewani menjadi barang langka dan mahal, menjebak masyarakat dalam pola makan yang jauh dari sehat.

Akses terhadap bahan pangan ini semakin terbatas, memicu kekhawatiran akan terulangnya krisis gizi buruk di masa depan.

Meskipun berbagai program bantuan telah dijalankan sejak tragedi 2018, masih ada pertanyaan besar. Sejauh mana masyarakat Asmat bisa bangkit dari krisis kesehatan yang terus menghantui mereka?

Tanpa perbaikan infrastruktur dan akses kesehatan yang memadai, upaya untuk mencegah bencana gizi buruk masih membutuhkan langkah besar dan strategis.

Menanggapi unggahan Instagram @matanajwa, banyak komentar bermunculan, yang mengkritik ketidakpedulian terhadap nasib masyarakat Asmat.

Kritik ini menyoroti pentingnya solidaritas sosial dalam memastikan semua wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil seperti Asmat, mendapatkan perhatian yang layak. (Muhammad Irfan Arib)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Papua Selatan #krisis gizi buruk #bencana gizi buruk #klb asmat #Anak Asmat Papua #ancaman #asmat papua #KLB gizi buruk Asmat #gizi buruk