RADAR JOGJA - Pada tanggal 22 september masyarakat Perumahan Pondok Gede Permai RT004/RW008, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, dikagetkan dengan penemuan 7 mayat mengapung.
Ke tujuh mayat ini di duga adalah seorang remaja yang hendak tawauran di daerah complec PGP, Menurut cerita dari akun X @arifrahmandani110.
jumlah korban yang di temukan sebenarnya 9 orang, mereka adalah remaja dari Cimunir, Setu, dan sekitranya.
Sebelum kejadian, terlihat komplotan sedang berkumpul di gang PGP, sekitar 25 motor mereka akan tawuran dengan anak Cikunir, tetapi terlambat karena di bubarkan pihak kepolisian.
Lalu terjadilah insiden mencebur sungai Cileungsi, Yang berujung kematian tujuh remaja.
Barang-barang korban seperti motor dan perlatan untuk tawuran telah di amankan oleh pihak kepolisian, Barang-Barang itu tidak jauh dari tempat kejadian.
Menurut keterangan salah satu warga ada beberapa anak remaja yang lolos dari kejaran pihak kepolisian, ada juga yang bersembunyi di rumah kosong, dan sisanya harus mengalami nasib pilu.
Ke tujuh remaja dinyatakan tewas saat mencebur ke sungai.
Jasad ketujuh korban ditemukan di Kali Cileungsi, tepatnya di belakang Masjid Al Ikhlas Perumahan Pondok Gede Permai RT004/RW008, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi.
Polisi masih mendalami kasus ini guna menetapkan tersangka.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Audy Joize Oroh mengatakan polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan olah TKP berkaitan dengan patroli petugas dan temuan ketujuh jenazah tersebut. (Riko Alamsyah)
Editor : Meitika Candra Lantiva