RADAR JOGJA – Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia.
Tidak hanya terkenal karena letusannya yang dahsyat, tetapi juga kaya akan cerita rakyat dan legenda menarik.
Berikut beberapa kisah asal usul Gunung Merapi menurut pandangan masyarakat setempat yang belum banyak diketahui!
Asal Usul Gunung Merapi
Menurut legenda Jawa, asal usul Gunung Merapi berawal dari sebuah gunung bernama Gunung Jamurdipa.
Cerita dimulai ketika Batara Narada dan Dewa Penyarikan, utusan dari kayangan, datang menyelidiki keberadaan Gunung Jamurdipa.
Mereka mengamati dari atas langit bahwa gunung ini membuat Pulau Jawa menjadi miring.
Untuk mencegah pulau Jawa tenggelam, mereka merencanakan pemindahan Gunung Jamurdipa ke lokasi yang lebih tepat, yaitu di tengah pulau.
Batara Narada dan Dewa Penyarikan kemudian melaporkan rencana mereka kepada Batara Guru, pemimpin para dewa.
Batara Guru setuju dengan usulan tersebut dan memerintahkan kedua utusan itu untuk berdiskusi dengan dua empu sakti.
Yakni, Empu Rama dan Empu Pamadi yang tinggal di hutan tempat yang hendak menjadi jujukan baru gunung tersebut.
Kedua empu yang sedang mengamati hasil pahatan keris seketika terkejut dengan kedatangan Batara Narada dan Dewa Penyarikan.
Baca Juga: Kamu Seorang Content Writer? 3 Platform yang Bisa Jadi Ruang Menulis dan Menghasilkan Uang
Ketika diminta untuk pindah ke tempat lain agar Gunung Jamurdipa dapat dipindahkan, kedua empu menolak dengan alasan bahwa kualitas keris mereka tidak akan sebaik yang dihasilkan di tempat lain.
Penolakan ini menyebabkan pertarungan sengit antara kedua belah pihak.
Meskipun sama-sama kuat, akhirnya Batara Narada dan Dewa Penyarikan terpaksa mundur dan kembali ke kayangan untuk melaporkan kegagalan mereka kepada Batara Guru.
Mendengar laporan tersebut, Batara Guru memutuskan untuk tetap memindahkan Gunung Jamurdipa meskipun tanpa persetujuan kedua empu.
Batara Narada dan Dewa Penyarikan kemudian mengangkat Gunung Jamurdipa dari tempat asalnya di selatan dan membawanya terbang ke arah utara.
Empu Rama dan Empu Pamadi terkejut melihat gunung besar terbang mendekati mereka.
Saat gunung itu dilepaskan, jatuhlah Gunung Jamurdipa menimpa kedua empu tersebut.
Namun, dari puncak gunung, keluar asap putih yang ternyata berasal dari tungku perapian milik kedua empu sakti.
Sejak kejadian itu, Gunung Jamurdipa dikenal dengan nama baru, Gunung Merapi.
Asap putih yang keluar dari puncak gunung dipercaya sebagai sisa-sisa tungku perapian yang digunakan oleh Empu Rama dan Empu Pamadi.
Gunung Merapi kini berdiri kokoh dan menjadi salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, sekaligus menjadi simbol kekuatan dan keseimbangan alam di Pulau Jawa. (Rinda Martisa Fiorentina)
Editor : Meitika Candra Lantiva