Poster-poster dengan tagar ini ramai dibagikan di platform seperti Twitter dan Instagram.
Sama seperti template "All Eyes on Rafah", template "All Eyes on Papua" juga dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu penting.
Kali ini, netizen diajak untuk fokus pada konflik yang terjadi di Papua.
Dilansir dari Radar Banyuwangi, akun @tanyakanrl di Twitter pada Jumat 31 Mei lalu mengunggah poster "All Eyes on Papua" dengan pesan bahwa rakyat Papua tengah dirampas haknya oleh penguasa yang serakah.
Netizen diajak untuk ikut bersuara dan membantu masyarakat adat Papua yang sedang memperjuangkan hak mereka atas hutan adat.
Kekhawatiran netizen adalah hutan rakyat Papua akan dibabat oleh pihak berwenang untuk dijadikan perkebunan sawit.
Hal ini dikhawatirkan akan semakin memperparah kondisi masyarakat adat Papua yang sudah lama termarginalisasi.
"Senin kemarin masyarakat adat awyu papua demo di depan gedung Mahkamah Agung. Mereka sedang memperjuangkan hak-hak mereka, hutan adat tempat mereka tinggal bakalan kena gusur buat dijadiin kebun sawi. Please focus on them too. #Alleyesonpapua #Alleyesonpapua," yang di tulis oleh salah satu pengguna Twitter pada Jumat 31 Mei lalu.
Template "All Eyes on Papua" menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak hanya fokus pada isu-isu internasional, tetapi juga memperhatikan permasalahan yang terjadi di dalam negeri.
Kita semua dapat membantu dengan menyebarkan informasi dan mendukung perjuangan masyarakat adat Papua.
Editor : Bahana.