Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG Sebut Cuaca Panas yang Terjadi di Indonesia Saat ini Bukan Karena Gelombang Panas, Ini Penyebabnya..

Retno Nawangwulan • Kamis, 16 Mei 2024 | 19:14 WIB
Ilutrasi cuaca panas yang terjadi di Indonesia saat ini
Ilutrasi cuaca panas yang terjadi di Indonesia saat ini

RADAR JOGJA-Fenomena cuaca panas yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini rupanya bukan merupakan gelombang panas atau heat wave. Hal ini sampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Cuaca panas yang terjadi diakibatkan oleh terjadinya pemanasan pada permukaan, sebagai dampak dari mulai berkurangnya awan dan juga curah hujan. 

Baca Juga: Thariq Halilintar Bagikan Momen Lamar Kekasihnya Aaliyah Massaid, Komenan Fadly Faisal Bikin Gaduh Kolom Komentar

“Fenomena panas saat ini bukan gelombang panas,” tegas Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo.

Ia juga menjelaskan, bahwa kondisi panas dan gerah yang belakangan dirasakan oleh masyarakat Indonesia ini merupakan hal umum yang terjadi pada periode peralihan, yakni dari musim hujan menuju musim kemarau.

Baca Juga: Pecinta Film Merapat! Simak Jadwal Film Bioskop di Jogja yang Akan Tayang Hari Ini 16 Mei 2024

Dari proses peralihan musim hujan ke musim kemarau ini, kemudian menciptakan dampak pemanasan pada permukaan dan kelembapan yang masih relatif tinggi.

BMKG memang sudah mencatat terjadinya suhu ekstrem pada sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Film Vina Sebelum 7 Hari Ungkap Sejumlah Fakta, Warganet Desak Polisi Tangkap Pelaku, Polda Jabar Terbitkan DPO

“Tapi tidak ada yang melebihi angka 37 derajat celcius,” jelasnya.

Fenomena gelombang panas atau heat wave sendiri telah melanda pada sejumlah negara di Asia. Namun, BMKG memastikan bahwa Indonesia tidak termasuk negara yang mengalami gelombang oanas.

Baca Juga: Polisi Bekuk Tiga Orang Pengedar Narkoba di Mojokerto Jawa Timur, Segini Besar Omzet dari Jualan Sabu

Eko menjelaskan, letak wilayah Indonesia yang berada di sekitar ekuator dengan kondisi geografis kepulauan dan dikelilingi oleh perairan yang sangat luas, membuat Indonesia tidak ikut merasakan gelombang panas.

Karakteristik dinamika atmosfer Indonesia tidak sama dengan daerah yang berada di wilayah lintang tengah dan lintang tinggi. Selain itu, wilayah Indonesia juga memiliki variabilitas perubahan cuaca yang sangat cepat.

Sementara itu, Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Didi Setiadi mengatakan, bahwa gelombang panas atau heat wave dipicu oleh sistem tekanan tinggi akibat gelombang atmosfer Rossby, mengakibatkan udara bergerak ke bawah, sehingga udara panas di tempat tersebut terjebak seperti di dalam oven. ***

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kemarau #cuaca panas #BMKG #oven