RADAR JOGJA - Kontroversi dalam perceraian Teuku Ryan dengan Ria Ricis nampaknya masih menjadi bahan perbincangan yang menarik bagi netizen Indonesia. Masalah-masalah baru terus terungkap mewarnai di setiap proses perceraian mereka.
Seperti kali ini, Teuku Ryan secara mengejutkan mengungkap pernyataan baru yang ia klaim sebagai penyebab rumah tangganya dengan Ria Ricis menjadi berantakan.
Pria asal Aceh tersebut merasa sakit hati lantaran Ria Ricis sempat menuduh ibunya telah mencuri hampers di acara tedak siten anak mereka, Moana. Padahal, menurut dirinya sang ibunda tidak pernah ada niatan mencuri barang apa pun, apalagi hanya sekedar hampers.
“Itu semua terjadi karena kesalahpahaman saja. Hampers pada waktu itu sebuah endorse yang mungkin harus di story in. ketika tamu sudah dapat hampers, pihak manajemen punya inisiatif memberikan ke keluarga saya karena sudah bukan punya siapa-siapa lagi. Jadi dibawa saja,” terang Teuku Ryan dalam sebuah video unggahan Lambe Danu.
Baca Juga: Kecelakaan Mobil Fortuner Berpelat Dinas Polri Tabrak Elf di Tol Layang MBZ Arah Jakarta
Namun, secara kebetulan Ria Ricis sedang membutuhkan hampers tersebut untuk difoto dan dibuatkan video yang akan diunggah ke akun instagramnya guna keperluan endorse.
Setelah Ria Ricis mencari, ternyata hampersnya sudah tidak ada lagi. Sehingga, muncul tuduhan bahwa ibu Teuku Ryan lah yang mencuri hampers tersebut.
Baca Juga: Mahalini Mepamit Sebelum Menikah: Mengenal Tradisi Mepamit. Upacara Adat Bali Sebelum Nikah
“Ketika sampai di rumah, hampers ada di kamar tamu, tapi saya tidak habis piker kenapa masalah hampers menjadi masalah besar. Kenapa ibu saya dibilang nyolong. Padahal sampai detik ini hampers-nya tidak pernah saya bawa ke Aceh,” tegas Teuku Ryan.
Bahkan akibat tuduhan menantunya tersebut, ibunya Teuku Ryan sampai kembali menegaskan bahwa hampers tersebut memang masih ada sejak mereka masih tinggal di rumah Kemang sampai pindah ke rumah yang terletak di daerah Kebagusan. Dirinya juga menganggap, bahwa Ria Ricis terlalu membesar-besarkan masalah kecil, padahal sebenarnya itu hanya salah paham saja. ***
Editor : Iwa Ikhwanudin