BMKG berusaha memberikan edukasi kepada para petani mengapa bencana bisa terjadi, lalu bagaimana cara kita menjaga lingkungan dan memperhatikan iklim, BMKG juga menyampaikan bahwa saat ini masih rawan bencana hidrometeorologi basah hingga dapat menyebabkan banjir.
Menurut BMKG musim kemarau dimulai akan berbeda beda ada yang di mulai dari dari bulan April, Mei ataupun Juni tetapi puncaknya terjadi pada bulan Juli - Agustus dan akan rawan terjadi kekeringan.
Selain itu BMKG juga memprediksi sekitar bulan juli - september akan ada La - nina lemah.
Lalu bagi area pesisir juga akan rawan terjadi banjir, oleh karena itu BMKG menyarankan untuk perlu adanya pembangunan infrastruktur tata kelola air yang baik dan perlu diperbaharui menyesuaikan dengan iklim saat ini.
Dwikorita Karnawati selaku kepala BMKG juga menyampaikan perlunya ada pembaharuan tanggul dan pintu air, memberikan literasi kepada masyarakat, lingkungan dipulihkan kembali dengan cara menanam pohon, pemompaan air bawah tanah dihentikan karna sudah semakin turun, mangruf di tanam lagi sehingga lingkungan akan semakin pulih.
Editor : Bahana.