Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

El Nino Berada di Fase Melemah, Seperti Apa Cuaca Setelahnya? Yuk Simak

Avelia Priscilla Putri • Minggu, 28 April 2024 | 17:10 WIB

gambaran elnino dan el nina
gambaran elnino dan el nina
RADAR JOGJA – El Nino dan La Nina adalah dua fenomena iklim yang berlawanan yang terjadi di Samudera Pasifik.

Keduanya memengaruhi suhu permukaan laut dan pola angin, yang berakibat pada perubahan cuaca di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Dilansir dari BMKG, El Nino, yang berarti "anak laki-laki" dalam bahasa Spanyol.

Mengacu pada kondisi anomali di mana suhu permukaan laut di Samudera Pasifik timur dan tengah menjadi lebih panas dari biasanya.

Hal ini menyebabkan angin pasat yang biasanya berhembus ke barat melemah atau bahkan berbalik arah.

Akibatnya, awan dan hujan bergeser ke arah timur, sehingga Indonesia mengalami kekeringan.

El Nino umumnya terjadi setiap 2 hingga 7 tahun dan dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga dua tahun.

La Nina, di sisi lain, mengacu pada kondisi di mana suhu permukaan laut di Samudera Pasifik timur dan tengah menjadi lebih dingin dari biasanya.

Hal ini menyebabkan angin pasat menguat, mendorong massa air laut ke arah barat dan mendinginkan wilayah Pasifik timur.

Di Indonesia, La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan yang signifikan, terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir dan longsor. La Nina umumnya terjadi setelah El Nino, tetapi tidak selalu.

Dilansir dari @Infobmkg, kini El Nino sudah mulai melemah, lalu setelah ini apakah akan netral atau akan ada La Nina.

Baca Juga: HEBOH! Istri Bintang Emon Positif Narkoba setelah Mengonsumsi Obat Flu, Berikut Daftar Obat yang Menyebabkan Hasil Tes Positif Narkoba

Baca Juga: Setip atau Karet Penghapus Motif Bendera Negara di Era Jadul Dulu, Dikoleksi Sekalian untuk Ketahui Asal Pemain Bola Favoritnya

Pada Juni-Agustus 2024, terdapat peluang 60% bahwa El Nino bisa saja digantikan oleh La Nina.

Meskipun konsisi netral diprediksikan akan bertahan setidaknya hingga Juli 2024.

Penting untuk dicatat bahwa El Nino dan La Nina adalah fenomena alam yang kompleks dan tidak dapat diprediksi dengan pasti.

Para ilmuwan terus mempelajari fenomena ini untuk memahami dampaknya dengan lebih baik dan membantu masyarakat bersiap menghadapi perubahan cuaca.

El Nino dan La Nina adalah dua fenomena iklim yang penting untuk dipahami karena dapat berdampak signifikan pada cuaca dan kehidupan masyarakat di Indonesia.

Dengan memahami fenomena ini, kita dapat lebih siap menghadapi potensi bencana alam dan dampak perubahan iklim.

Editor : Bahana.
#el nino #kemarau #Yogyakarta #cuaca #Hujan #El Nina #iklim #BMKG