Episentrum gempa berada 60 km barat Pulau Bawean, Jawa Timur. Gempa ini tergolong dangkal dengan kedalaman 10 km.
Berbeda dengan gempa di kawasan P. Bawean yang biasanya berasal dari subduksi lempeng, gempa ini berasal dari sesar aktif setempat.
Berdasarkan data yang telah di peroleh dari BMKG, gempa ini dapat menghasilkan getaran berintensitas maksimal 5 MMI, yang dapat menimbulkan kerusakan ringan.
Mekanisme fokusnya menunjukkan gempa ini disebabkan oleh pematahan mendatar (strike).
Dilansir dari Jawa Pos, Munculnya sesar yang aktif di tengah Laut Jawa terkait dengan peristiwa 90 juta tahun lalu, saat pecahan Australia yang berbenturan dengan Indonesia bagian barat dan ahirnya membentuk Pulau Jawa.
Garis imajiner dari Tanjung Karangbolong (Kebumen) ke Semenanjung Muria (Jepara) menunjukkan jejak peristiwa tersebut.
Area di timur garis itu berasal dari Australia.
Sesar besar Kebumen-Muria-Meratus yang terbentuk dari peristiwa ini aktif ~60 juta tahun lalu dan kini sudah mati.
Namun, beberapa bagiannya masih aktif, seperti sesar Pati di selatan Gunung Muria dan dua sesar di Laut Jawa: sesar Muria dan sesar West 15.