RADAR JOGJA - Sebuah kecelakaan beruntun menghantam ruas Tol Sidoarjo arah Waru pada pagi ini (18/3), menyebabkan kemacetan parah dan mengganggu arus lalu lintas.
Dilansir dari Radar Sidoarjo, insiden tragis ini terjadi di KM 745+200/B, di mana tiga kendaraan bertabrakan akibat kurangnya jarak aman antara mereka.
Menurut keterangan Panit PJR Jatim II, Iptu Irfan, kecelakaan ini melibatkan tiga mobil, dengan Mitsubishi Outlander bernomor polisi N 1636 HR yang dikemudikan oleh Kriswanto, warga Perum BBA, Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang, menjadi mobil pertama yang terlibat dalam insiden mengerikan ini.
Dilanjutkan oleh Daihatsu Xenia bernomor polisi AG 1797 PF, yang dikemudikan oleh Dian Alfianto, seorang warga Banjarsari, Selorejo, Kabupaten Blitar.
Sedangkan yang berada di paling belakang adalah Honda HRV bernomor polisi AE 1679 BO, dikemudikan oleh Yakobus Wiratmo Yuliyanto, 53 tahun, warga Griya Salak, Pandean, Kota Madiun.
"Ironisnya, kecelakaan ini terjadi karena kurangnya jarak aman antara kendaraan. Awalnya, Mitsubishi Outlander melaju dari arah selatan ke utara di ruas Tol Sidoarjo arah Waru di lajur kanan mengurangi kecepatan," ungkap Iptu Irfan.
Dilanjutkan oleh Daihatsu Xenia, yang juga mengurangi kecepatan untuk hendak memasuki transaksi tol di Gerbang Tol (GT) Waru Utama.
Namun, insiden tragis terjadi saat mobil Honda HRV di belakangnya tidak menjaga jarak yang cukup, sehingga menyebabkan tabrakan mengerikan yang melibatkan tiga kendaraan tersebut.
"Analisa petugas di lapangan menunjukkan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh kurangnya jarak aman berkendara dan kurangnya pengereman dari pengemudi HRV," tambahnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, tiga mobil yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diamankan di Induk PJR Jatim 2.
Akibat kejadian ini, kemacetan merayap hingga radius 2 KM, mengganggu arus lalu lintas di sekitar ruas Tol Sidoarjo arah Waru.
Pihak berwenang mengingatkan kembali kepada pengemudi untuk selalu memperhatikan jarak aman dan mengemudi dengan hati-hati, terutama dalam kondisi lalu lintas padat di jalan tol.
Semoga insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
Editor : Bahana.