Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Misteri 2 Guru Siluman SMPN 1 Stabat yang Lulus PPPK, Tak Terlihat di Sekolah Sejak 2021!

Cici Jusnia • Senin, 4 Maret 2024 | 18:14 WIB
Misteri 2 Guru Siluman SMPN 1 Stabat yang Lulus PPPK, Tak Terlihat di Sekolah Sejak 2021! (pict: portibi)
Misteri 2 Guru Siluman SMPN 1 Stabat yang Lulus PPPK, Tak Terlihat di Sekolah Sejak 2021! (pict: portibi)

RADAR JOGJA- Dua guru SMPN 1 Stabat, berinisial PAB dan IS, baru-baru ini menciptakan kontroversi setelah diumumkan lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) beberapa waktu lalu.

Namun, muncul pertanyaan besar ketika keduanya tidak pernah terlihat di sekolah sejak tahun 2021.

Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, "Sejak 2021 kemarin gak pernah keliatan alias seperti siluman. Gak pernah kelihatan ngajar, tapi kok bisa lulus PPPK." Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan staf dan siswa SMPN 1 Stabat.

Menurut informasi yang diperoleh dari Instagram @undercover.id pada Senin (4/3), status PAB di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2023/2024 tercatat sebagai guru BK (Bimbingan Konseling), sementara IS, warga Tandam Hilir, masih tercatat sebagai Guru Mata Pelajaran (Mapel).

Kedua guru ini masih secara resmi terdaftar di sekolah, meskipun absen dari kegiatan pembelajaran.

Ketidakseimbangan data tersebut semakin meruncing ketika dua orang tenaga administrasi, MYF dan SP, yang bertugas di SMPN 1 Stabat, juga diduga tidak pernah terlihat di sekolah.

Informasi menyebutkan salah satu dari mereka merupakan menantu seorang Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pendidikan Langkat.

Seorang narasumber yang turut berkomentar menyampaikan keprihatinan, "Kok bisa pula seperti itu dibiarkan berlarut-larut. Sementara kami, tenaga honorer yang lain, harus tetap menjalankan tugas. Tapi yang seperti itu terkesan dipelihara dan dipertahankan. Kami minta agar hal ini ditindaklanjuti aparat penegak hukum. Harus diusut tuntas."

Kepala SMPN 1 Stabat, Tian Kaban, saat dikonfirmasi membantah klaim tersebut dengan tegas.

"Salah berita itu," ucap Tian singkat. Ia menambahkan bahwa jika wartawan ingin mendapatkan klarifikasi yang lebih jelas, disarankan untuk bertemu dengannya.

Reaksi dari netizen pun tidak terhindarkan, dengan beberapa di antaranya menyebutkan pengalaman serupa di masa lalu dan mengkritik penanganan penerimaan PPPK.

Salah satu komentar netizen menyebutkan, "Hal serupa di tangani oleh Anies waktu jadi menteri Pendidikan, menggalkan audit keuangan kepada anonim guru dengan anggaran sangat besar padahal data catatan guru dan pengeluaran anggaran tidak balance, lemah nya rezim kita membiasakan hal yang tidak biasa dalam ruang lingkup kejujuran."

Baca Juga: Video Viral Bom Meledak dan Baku Hantam di Sarinah Ternyata Cuman Hoax

Komentar lainnya mencela Program P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), menyebutnya bukan solusi yang tepat karena rentan terhadap manipulasi, kecurangan, dan ketimpangan, terutama jika tidak sesuai dengan jurusan pendidikan.

Editor : Bahana.
#dapodik #PPPK #PAB #stabat #is