RADAR JOGJA - Baru-baru ini, media sosial dihebohkan oleh kasus pelecehan seksual yang menimpa seorang biduan cantik dalam sebuah acara hajatan di Kabupaten Sragen.
Kejadian tersebut menjadi viral setelah akun Instagram @lambe_turah membagikan informasi tersebut yang dikutip pada Senin (26/2).
Dalam unggahan tersebut, terlihat seorang penyanyi dangdut berpakaian gaun seksi berwarna kuning, dengan rambut dikuncir tengah asyik membawakan lagu dalam acara tersebut.
Saat ia mencoba mendekati sekelompok pria untuk berinteraksi, tiba-tiba seorang pria berpakaian hitam mendekatinya dari belakang dan melakukan pelecehan seksual dengan menyentuh bokong korban meski di lokasi yang sedang ramai.
Perlakuan tersebut membuat korban kaget dan emosi sehingga langsung memukul pelaku.
Namun, pelaku tidak terima dipukul dan membalas dengan tangan kosong. Kejadian tersebut dihentikan oleh warga di sekitar lokasi.
Korban telah melaporkan insiden ini ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sragen.
Kapolsek Kedawung, AKP Walidi, membenarkan peristiwa pelecehan terhadap biduan dangdut tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan resmi.
Video kejadian tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian warganet mengekspresikan simpati kepada korban, sementara ada juga komentar yang menyalahkan pakaian yang dikenakan oleh biduan tersebut.
Seorang warganet menuliskan, "Resiko bagi kaum yg pamer aurat. Makanya jd wanita itu kodratnya harus nutup aurat bkn pake pakaian ketat. Yg berjilbab aja msh bnyk yg suka dilecehkan apalagi ini...."
Baca Juga: Potensi Bencana Masih Tinggi, BPBD Sleman Usul Perpanjangan Status Siaga Darurat
Namun, tanggapan tersebut mendapat kontra dari beberapa netizen yang menekankan bahwa tindakan pelecehan seksual tidak dapat dibenarkan dan bukanlah akibat dari pakaian yang dikenakan oleh korban.
"Plis stop bahas soal aurat lah. Orang bercadar aja masih bisa kena pelecehan. Jgn salahin pakaiannya, salahin adab manusianya," tulis salah satu komentar yang menyoroti stereotip terkait pelecehan seksual.
Editor : Bahana.