RADAR JOGJA - Tragedi yang mengejutkan melibatkan seorang santri asal Afdeling Kampunganyar, Glenmore, Banyuwangi, telah menyebabkan keguncangan di masyarakat setempat.
Bintang Balqis Maulana, seorang santri muda, dikabarkan meninggal dunia dengan dugaan kuat bahwa ia menjadi korban penganiayaan dari seniornya di Pondok Pesantren yang terletak di Kecamatan Mojo, Kediri.
Pihak keluarga, yang tidak menduga bahwa Bintang akan meninggal dalam keadaan seperti ini, baru-baru ini mencari keadilan melalui media sosial.
Sang ibu, melalui akun Facebook Amanda Mya, memposting permohonan doa dan menggambarkan betapa hatinya hancur atas kehilangan anaknya.
“Tolong bantu doa buat anak saya, tolong bantu supaya semua yang ikut terlibat hingga anak saya meninggal di pesantren mendapatkan keadilan seadil-adilnya,” tulis ibu korban dalam postingannya, dikutip pada Senin (26/2).
Dilaporkan bahwa jasad Bintang Maulana, saat diantarkan ke rumahnya oleh pengurus Pondok Pesantren, penuh dengan luka lebam.
Kakak korban, Mia Nur Khasanah, mengungkapkan bahwa awalnya dikabarkan bahwa Bintang meninggal karena terjatuh di kamar mandi, yang membuat keluarga kaget.
Namun, kecurigaan muncul saat keranda yang membawa jenazah ternyata bocor darah, memicu ketidakpuasan keluarga.
Keluarga korban mengungkapkan bahwa sepupu Bintang, FTH, awalnya melarang mereka membuka kain kafan dengan alasan bahwa jenazah sudah suci.
Namun, kecurigaan keluarga semakin menguat, dan mereka bersikeras membuka kain kafan.
Setelah dibuka, kondisi tubuh Bintang sangat memprihatinkan, dengan luka-luka parah di sekujur tubuhnya.
Beberapa luka seperti jeratan di leher dan patah hidung yang terlihat membuat keluarga korban terguncang dan menangis histeris.
Pihak berwenang setempat sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini untuk mengungkap kebenaran dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.
Masyarakat setempat dan netizen di media sosial telah merespons dengan simpati dan kecaman terhadap tindakan kekerasan yang diduga dilakukan di lingkungan pendidikan tersebut.
Editor : Bahana.