Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Amira Hilyatun, Bayi dengan 24 Jari Tangan dan Kaki di Sampang Madura, Sang Ibu Ungkap Sempat Lihat Ini Hewan Ini saat Hamil

Bahana. • Sabtu, 3 Februari 2024 | 17:02 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Amira Hilyatun bayi yang lahir di Dusun Mandala Barat, Desa Sejati, Camplong, Sampang, Madura, ini memiliki keunikan tersendiri.

Di mana, bayi berusia seminggu lebih ini memiliki 6 jari di setiap tangan dan kaki. Total, Amira memiliki 24 jari.

Amira sendiri putri bungsu. Ia memiliki dua kakak. Yang pertama bernama Arif Rahmatullah saat ini sekolah di SMP, dan yang kedua Adfan masih sekolah dasar (SD).

Subaidah mengaku tidak pernah mengalami hal aneh selama mengandung. 

Hanya, dirasakan gerakan Amira lebih pasif dibandingkan kehamilan anak pertama dan kedua.

Dilansir dari radarmadura.jawapos.com, ia pun cukup rutin memeriksakan kondisi bayinya ke posyandu, mulai kehamilan 4 bulan.

Ibu tiga anak itu pun tidak mengetahui secara pastu penyebab jari tangan dan kaki putrinya tidak seperti bayi umumnya.

"Tidak ada yang memiliki kelainan pada jari tangan atau kaki. Termasuk juga keluarga suami," ujarnya.

Hanya, Subaidah sempat dihadapkan pada momen tertentu. Ketika itu usia kehamilan empat hingga lima bulan.

Ketika itu , Subaidah mengaku heran saat melihat kepiting.

Ia merasa heran dengan jari-jari kepiting yang banyak. Moment tersebut terjadi sat Subaidah berkerja di rumah makan.

”Heran aja melihat kaki kepiting karena banyak,” ungkapnya.

Baca Juga: Amerika Serikat Berikan Sanksi Kepada 4 Pemukim Israel atas Kekerasan di Tepi Barat. Begini Keterangan Joe Biden

Dengan kondisi Amira saat ini, keluarga sepakat untuk tidak memotong salah satu jari. Sebab, kondisi jari-jari tersebut berfungsi normal.

”Kalau dipaksa operasi (dipotong), keluarga mengancam mau ngambil Amira,” papar Subaidah, sang ibu.

Bidan Desa Sejati Yuliani menyebut kondisi bayi dalam keadaan sehat. Hanya, ia berpesan agar orang tua rajin konsultasi ke dokter untuk tumbuh kembang sang bayi.

"Yang jelas jangan malu untuk konsultasi dan datang ke posyandu,” saran sang bidan.

Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD dr Mohammad Zyn Sampang dr Sri Astuti Eviningrum menyebut harus ditelusuri faktor risiko dari ibu sejak saat kandungan.

”Kalau kongenital itu genetik atau murni proses pembentukan saat dalam kandungan,” terangnya.

Pikiran Subaidah saat melihat kepiting, kata Astuti, tidak ada kaitannya dengan pembentukan organ tubuh dalam perut.

”Iya, tidak ada hubungan melihat kepiting atau tidak,” sebutnya.

 

Editor : Bahana.
#24 jari #Amira Hilyatun Nisak #sampang #bayi #madura