Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Merapi Guyur Boyolali dan Klaten. Begini Langkah Mitigasi Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Berapi yang Terbagi 3 Kategori !

Meitika Candra Lantiva • Senin, 22 Januari 2024 | 19:32 WIB
Erupsi Gunung Merapi, Minggu (22/1/2024) pukul 14.30 WIB, dilihat dari berbagai sudut wilayah Klaten.
Erupsi Gunung Merapi, Minggu (22/1/2024) pukul 14.30 WIB, dilihat dari berbagai sudut wilayah Klaten.

RADAR JOGJA -  Gunung Merapi kembali menyemburkan abu vulkanik Minggu (21/1/2024) sore sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibat sejumlah wilayah Kota Boyolali diguyur hujan abu vulkanik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat tujuh kecamatan di Kabupaten Boyolali terkena dampak erupsi Gunung Merapi. Abu vulkanik juga mengguyur wilayah Klaten terutama di sekitar lereng Merapi.

Sebuah video beredar di media sosial menyebutkan, hujan abu vulkanik disertai dengan hujan air yang terjadi disekitar Pasar Sayur Cepogo, Boyolali.

Dalam video tersebut, terpampang kendaraan bermotor dan mobil diselimuti oleh abu vulkanik yang bercampur dengan air hujan.

Kondisi jalan raya juga terlihat berubah warna menjadi cokelat. Pada video lain juga memperlihatkan abu vulkanik yang menempel pada sebuah tanaman milik warga.

Di samping itu juga viral beredar Merapi mengeluarkan awan panas guguran atau wedus gembel berwarna pekat.

Dari Kabupaten Boyolali, Gunung Merapi mengalami erupsi dengan amplitudo maksimal 77 mm dan durasi 239.64 detik.

Sedangkan jarak luncur masksimal mencapai 2.400 meter ke arah barat daya.

Sebelumnya, pada Minggu (21/1/2024) pukul 08.25, erupsi Gunung Merapi juga mengarah ke barat daya.

Yakni, mengarah ke Kali Bebeng perbatasan Kabupaten Magelang (Jawa Tengah) dan Kabupaten Sleman (DIY).

Dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter dan tercatat amplitudo maksimal 62 mm.

Adapun durasi awan panas guguran mencapai 191.28 detik.

Lalu bagaimana upaya mitigasi yang dapat dilakukan ketika menghadapi erupsi Gunung Merapi? 

Dilansir dari situs resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY bpbd.jogjaprov.go.id, begini langkah antisipasti menghadapi bencana erupsi gunung berapi, yang terbagi dalam tiga kategori. Antara lain:

Pra-Bencana

1. Memperhatikan arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait dengan perkembangan aktivitas gunungapi.

2. Persiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi debu vulkanik.

3. Mengetahui jalur evakuasi dan shelter yang telah disiapkan oleh pihak berwenang.

4. Mempersiapkan skenario evakuasi lain apabila dampak letusan meluas di luar prediksi ahli.

5. Persiapkan dukungan logistik:

          - Makanan siap saji dan minuman;

          - Lampu senter dan baterai cadangan;

          - Uang tunai secukupnya;

          - Obat-obatan khusus sesuai pemakai.

 Baca Juga: Selain Bisa Dikonsumsi, Begini Lho Segudang Manfaat 'Si Manis Madu' Untuk Kesehatan Kulitmu

Saat Bencana

1. Pastikan anda sudah berada di shelter atau tempat lain yang aman dari dampak letusan.

2. Gunakan masker dan kacamata pelindung

3. Selalu memperhatikan arahan dari pihak berwenang selama berada di shelter.


Pasca Bencana

1. Apabila anda dan keluarga harus tinggal lebih lama di shelter, pastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan pendampingan khusus bagi anak-anak dan remaja diberikan.

Dukungan orangtua yang bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan dalam pendampingan anak-anak dan remaja sangat penting untuk mengurangi stres atau ketertekanan selama di shelter.

2. Tetap gunakan master dan kacamata pelindung ketika berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

3. Memperhatikan perkembangan informasi dari pihak berwenang melalui radio atau pengumuman dari pihak berwenang.

4. Waspada terhadap kemungkinan bahaya kedua atau secondary hazard berupa banjir lahar dingin.

Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi dan menghanyutkan material vulkanik maupun reruntuhan kayu atau apapun sepanjang sungai dari hilir ke hulu.

Perhatikan bentangan kiri dan kanan dari titik sungai mengantisipasi luapan banjir lahar dingin.

Sementara itu BPBD DIY mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada namun tidak usah telalu panik berlebih.

Hal tersebut dikarenakan erupsi Gunung Merapi ini masih dalam kondisi yang relatif aman dan terkendali. (Rattiantic/Radar Jogja)

Baca Juga: Tak Hanya Menjijikan, Begini Bahaya Kecoa bagi Kesehatan. Salah Satunya Bisa Picu Asma
 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Gunung Merapi #21 januari 2024 #Upaya #mitigasi bencana #Erupsi #BPBD DIY