Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sejarah Carok di Madura, Muncul Gara-Gara VOC Belanda Teror Warga Untuk Ekspansi Pabrik Gula Abad 17

Amin Surachmad • Senin, 15 Januari 2024 | 00:28 WIB

LANGSUNG: Sejumlah warga berdatangan ke TKP tewasnya empat warga di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur, pada Jumat (12/1) malam.
LANGSUNG: Sejumlah warga berdatangan ke TKP tewasnya empat warga di Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Jawa Timur, pada Jumat (12/1) malam.

JOGJA - Carok masih terjadi di Madura, Jawa Timur. Beberapa waktu lalu, carok terjadi di Bangkalan di mana ada empat korban meninggal dunia.

Berdasarkan Jurnal Intelektiva edisi November 2021, masyarakat Madura memegang teguh peribahasa katembheng pote mata ango’a poteya tolang.

Baca Juga: Ini Cerita Petugas Satpol PP Tentang Sulitnya Menertibkan Skuter Listrik di Kawasan Tugu, Malioboro, Keraton (Gumaton) Jogja


Makan pribahasa tersebut yakni daripada menanggung malu, lebih baik berkalang di tanah.

Masyarakat Madura pun memiliki rasa untuk mempertahankan harga diri yang tinggi.


Tradisi carok dianggap sebagai salah satu upaya dalam menyelesaikan suatu perkara yang menyangkut harkat dan martabat.

Baca Juga: Kopi Darat KBC Kamajaya Jadi Ajang Pengembangan Almamater Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY)


Dalam bahasa Kawi Kuno, carok memilik arti "perkelahian”.


Pada praktiknya, carok melibatkan perseorangan, kelompok, maupun keluarga.

Penyebab terjadinya carok biasanya dikarenakan perebutan takhta di keraton, perselingkuhan, hingga sengketa tanah. 

Baca Juga: Red Sparks Tak Mampu Lanjutkan Tren Kemenangan, Megawati Cs Disikat Hyundai Hillstate Tiga Set Langsung

Meski demikian, istilah carok belum muncul pada abad 12 Masehi.

Di mana, waktu itu merupakan masa kekuasaan Kerajaan Madura yang dipimpin oleh Prabu Cakraningrat. 


Bahkan, hingga pada abad 17 M di mana masa pemerintahan Penembahan Semolo.

Baca Juga: Kuliner Unik... Dawet Sambel Khas Girimulyo Rasanya Manis dan Pedas, dari Kudapan Lokal Hingga Kini Berstatus WBTB


Istilah carok mulai muncul ketika masa kolonial Belanda sekitar abad 17 M.


Sejarah carok dikaitkan dengan senjata berupa celurit. Pada masa itu, Belanda menduduki Nusantara. Termasuk, Pulau Madura. 


Ada banyak peristiwa kekerasan yang diterima masyarakat Madura.

Baca Juga: Relokasi Makam Kyai Kromo Ijoyo Yang Terdampak Pembangunan Tol Jogja-Solo Disiapkan, Ini Lokasi Yang Direncanakan Pemkal..

Setidaknya, ketika kongsi dagang Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) menginjakan kaki di Madura untuk pertama kalinya.

VOC merupakan perusahaan dagang Belanda.
Sejarah carok dapat diketahui melalui cerita rakyat Madura yang berkembang.

Awalnya, carok dimulai ketika terjadinya perkelahian antara Sakera dengan Brodin, Markasan, dan Carik Rembang. 


Sakera merupakan mandor tebu di pabrik gula milik Belanda dengan Brodin.

Baca Juga: Jelang Bergulir Kompetisi, PSS Sleman Gelar Uji Coba Kontra PS HW UMY, Berikut Hasilnya

Sedangkan Brodin, Markasan, dan Carik Rembang merupakan antek-antek kolonial Belanda.


Carik Kembang diperintahkan kolonial Belanda untuk mencarikan lahan untuk ekspansi pabrik gula.


Carik Kembang pun melakukan teror kepada pemilik tanah guna mendapatkan tanah dengan harga murah.

Baca Juga: Klithih Terjadi di Kota Magelang, Sasar Warga Yang Nongkrong di Pinggir Jalan, Pemilik Mobil Ini Jadi Korban


Sakera membela masyarakat kecil yang diteror tersebut.


Sakera melakukan berbagai hal untuk menggagalkan usaha Carik Rembang.

Akhirnya, Carik Rembang melaporkan Sakera kepada kolonial Belanda.

Baca Juga: Polisi Gandeng Komunitas dan Pelajar, Dukung Zero Knalpot Brong di Kota Magelang


Dianggap mengganggu kepentingannya, kolonial Belanda ingin membunuh Sakera. Mereka menyuruh seorang jagoan bernama Markasan.


Markasan lantas menemui Sakera pada waktu istirahat di pabrik tebu untuk adu kekuatan.

Baca Juga: Selain Menaikkan Okupansi Hotel, Konsep Pernikahan Dhaup Ageng Pakualaman Jogja Berpotensi Jadi Inspirasi Pasangan Baru, Apa Itu?


Tapi, kolonial Belanda sudah mencari tahu kelemahan Sakera. Itu diperoleh dari teman seperguruan Sakera.


Sakera pun berhasil dilumpuhkan oleh pihak Belanda. Lalu, dihukum gantung.

Editor : Amin Surachmad
#Sakera #Belanda #carok #madura #jawa timur #VOC