Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terus Naik hingga Pelaksanaan Pemilu 2024

Muhammad Hafied • Senin, 11 Desember 2023 | 04:20 WIB

 

LAYANI PEMBELI : Pedagang sembako Pasar Tumenggungan Nur Pujiati, 57, memprediksi harga bahan pangan bakal terus naik hingga Pemilu 2024.
LAYANI PEMBELI : Pedagang sembako Pasar Tumenggungan Nur Pujiati, 57, memprediksi harga bahan pangan bakal terus naik hingga Pemilu 2024.
 

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Harga komoditas pangan diperkirakan akan terus merangkak naik di tahun politik ini. Kondisi ini diprediksi bertahan hingga hari coblosan Pemilu 2024 berakhir.

Seorang pedagang sembako di Pasar Tumenggungan Nur Pujiati, 57, mengungkapkan, kenaikan harga bahan pangan bukan hal baru menjelang Pemilu. Fenomena ini menurutnya terus terjadi setiap bergulirnya pesta demokrasi lima tahunan. "Saya jualan sudah 30 tahun lebih, jadi tidak kaget kalau Pemilu pasti harga naik. Itu rumus," katanya, Minggu (10/12/2023).

 Baca Juga: Khawatir Trans Kebumen Mengancam Pendapatan Sopir Angkot

Secara sederhana, ia menjelaskan harga bahan pokok jelang Pemilu cenderung naik karena dipengaruhi permintan semakin meningkat. Lebih parah lagi kondisi ini tidak dibarengi dengan pasokan memadai. "Gampangnya gini, misal dari ratusan caleg buat acara bareng. Sekarang juga musim kampanye, otomatis butuh barang banyak," ujarnya.

 

Nur menjelaskan, meski hari coblosan Pemilu masih sekitar dua bulan lagi, gelagat kenaikan harga telah dirasakan mulai awal bulan ini. Ia menyebut kenaikan paling signifikan terlihat pada komoditas bumbu dapur. Terutama cabai dan bawang.

 Baca Juga: Trans Kebumen Sementara untuk Pelajar dan Wisata, Masih Uji Coba, Pemkab Segera Tambah Armada

Cabai kriting misalnya, dari sebelumnya hanya Rp 65 ribu per kilogram, kini dijual dengan harga Rp 80 ribu. Selain itu, bawang merah dari semula Rp 25 ribu kini menjadi Rp 34 ribu per kilogram. Kemudian, gula merah dari Rp 15 ribu sekarang menjadi Rp 20 ribu per kilogram. "Harga paling naik itu cabai. Bisa selisih Rp 15-20 ribu. Kemungkinan naik terus," katanya.

 

Ia tak menampik, musim penghujan memberikan pengaruh pada kenaikan harga bahan pangan. Tapi hal tersebut menurutnya bukan menjadi faktor tunggal. Kembali lagi, semua dipicu oleh seremoni politik yang mengakibatkan jumlah pasokan tidak imbang dengan permintaan. "Faktor cuaca itu kedua. Sekarang kondisinya barang langka, ditambah banyak banget yang order," ungkapnya.

 

Hal senada diungkapkan penjual daging ayam Badriyah. Ia mengatakan  kenaikan harga daging ayam ras mulai dirasakan. Meski kenaikan tidak begitu signifikan, tapi kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung. "Stok terbatas. Harga sekarang Rp 30 ribu, dari sebelumnya Rp 28 ribu per kilogram" bebernya. (fid)

Editor : Din Miftahudin
#kebumen #sembako #Ekonomi