Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Enviplast. Perusahaan Pertama di Indonesia yang Membuat Inovasi Bioplastik dari Singkong

Meitika Candra Lantiva • Minggu, 26 November 2023 | 14:25 WIB
Inovasi kantong ramah lingkungan yang terbuat dari Singkong. (Instagram/@enviplast_ina)
Inovasi kantong ramah lingkungan yang terbuat dari Singkong. (Instagram/@enviplast_ina)
 
 
 
RADAR JOGJA – Penggunaan plastik dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
 
Pencemaran lingkungan yang diakibatkan karena sampah plastik, menjadi salah satu isu lingkungan yang dianggap serius.
 
Dilansir dari laman goodnewafromindonesia.id, setiap orang di Indonesia dapat menghasilkan rata-rata 700 kantong/tahun.
 
Padahal plastik membutuhkan waktu sekitar 100 hingga 500 tahun untuk peruraiannya sampai dapat hancur sempurna.
 
Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik ini adalah, dengan munculnya Enviplast di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
 
Baca Juga: Promosikan Nilai-Nilai Kejujuran di Dunia Sepak Bola Indonesia
 
Enviplast
 
Enviplast merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang membuat inovasi kantong (plastik) dari singkong.
 
Perusahaan ini didirikan oleh Herman Moelina, Presiden Direktur PT Inter Aneka Lestari Kimia.
 
Hal tersebut dijelaskan dalam akun Instagram @enviplast_ina dan Instagram Jerhemy Owen @jerhemynemo yakni seorang content creator yang memberikan edukasi tentang lingkungan.
 
Perusahaan ini mengambil pati singkong yang kemudian diolah menjadi bioplastik. Dan bioplastik dari pati singkong ini sudah diproduksi sejak 2011 lalu.
 
Namun seiring berjalannya waktu, Enviplast tak hanya memproduksi kantong bioplastik.  Belakangan juga menyediakan mesin untuk membuat kantong singkong dan pelet (pakan ikan).
 
Baca Juga: Wiji Kusimaningsih, Tenaga Kesehatan Pencipta Produk Olahan Pencegah Stunting: Buat Mi Kering dari Bahan Ganyong, Sukses Turunkan Prevelensi Stunting
 
 
Bioplastik Dapat Terurai 3-6 Bulan
 
Bioplastik Enviplast setelah diuji dalam kondisi compostable dan bisa terurai dalam waktu 3-6 bulan karena bisa dimakan oleh mikroorganisme. 
 
Plastik singkong ini bisa meleleh jika direndam dalam air panas dengan suhu di atas 80 derajat celcius dan tidak menyisakan mikroplastik. 
 
Bioplastik ini aman digunakan meskipun bersentuhan langsung dengan makanan karena terbuat dari bahan organik.
 
Bisa juga untuk menjadi wadah sampah organik di rumah dan langsung boleh di kompos bersama dengan sampahnya.
 
Kantong enviplast dapat terkompos dalam 180 hari menjadi pupuk Kembali.
 
Berbahan natural dan energi terbarukan.
 
Tidak meninggalkan mikroplastik sehingga menjadi ramah lingkungan.
 
Baca Juga: Smartfren Kolaborasi Dengan Video Bagikan Promo Baru Bagi Pelanggan Penggemar Sepak Bola. Tukarkan SmartPoin Menjadi Tiket !
 
Keunikan Bioplastik Enviplast
 
1. Bioplastik Enviplast memiliki karakteristik tahan air.
 
2. kantong ini tidak mengandung bahan plastik konvensional.
 
3. Tahan terhadap suhu, cuaca, dan kelembaban.
 
4. Bioplastik dapat dengan mudah didaur ulang bersama kertas.
 
5. Meski gampang didaur ulang, kantong ini bisa digunakan berulang kali.
 
6. Cara mengurainya mudah. Cukup larutkan dalam air panas dengan suhu tertentu.
 
7. Mudah terurai di media komposaman.
 
8. Aman jika terkena kontak langsung dengan makanan
 
9. Sudah memiliki sertifikasi SNI Swadeklarasi Ekolabel yang artinya produk tersebut telah memenuhi aspek lingkungan tertentu.
 
Baca Juga: Berikut Besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2024 dari Sejumlah Wilayah di Indonesia ! Aceh Hanya Naik 1,3 Persen, Maluku Utara Cukup Tinggi 7,5 Persen
 
 
Bagaimana Proses Mengubah Tepung Pati Singkong Menjadi Pelet? 
 
Prosesnya dimulai dengan mengubah tepung pati singkong menjadi pelet yang berwarna-warni seperti putih, hijau, merah, kuning.
 
Pelet dicampurkan dengan minyak sawit dan beberapa bahan organik lainnya. 
 
Pelet-pelet bioplastik singkong ini kemudian akan dilelehkan dalam mesin, kemudian ditiup hingga mengembang seperti balon.
 
Bioplastik ini kemudian bisa dipotong ke dalam berbagai bentuk kantong ditambahin labelnya.
 
Hebatnya, sampai bahan pewarna untuk label menggunakan bahan yang aman.
 
Untuk membuat leher kantong, harus dipotong menggunakan alat pemotong khusus.
 
Sisa potongannya akan dicampur kembali untuk membuat kantong yang baru, sehingga tidak ada sampah yang terbuang sia-sia.
 
Baca Juga: Fakta-Fakta Nyamuk Wolbachia, Sebagai Penumpas DBD Akan Disebar Di 5 Kota di Indonesia
 
 
 
Enviplast Dibuat Kompos Dengan Metode Takakura
 
Cara membuat enviplast menjadi kompos bersama sampah lainnya dengan metode Takakura (metode pengomposan yang mudah dan sederhana), yaitu:
 
1. Siapkan sampah organic sebanyak ¼ keranjang Takakura.
 
2. Aduk-aduk sampah organik.
 
3. Tutup keranjang rapat-rapat. Apabila keranjang sudah penuh, ambil 2/3 -nya dan pindahkan ke tempat lain.
 
4. Kompos Takakura sudah terbentuk sempurna, apabila teksturnya sudah menyerupai tanah. Warnanya coklat kehitaman dan tidak bau.
 
5. Kantong enviplast dari singkong menjadi salah satu alternatif dan solusi yang paling cocok untuk menggantikan kantong plastik satu kali pakai.
 
Tetapi, memang untuk harganya masih tergolong mahal.
 
Kurang lebih 3x lebih mahal dari kantong plastik biasa. (Anistigfar/Radar Jogja)
 
Baca Juga: Pakar Dermatologi Tak Sarankan Gunakan Bedak untuk Mengurangi Keringat Tubuh, Kenapa Demikian..
 
 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#bioplastik #Inovasi Kantong plastik #perusahaan Indonesia #kantong ramah lingkungan #Sampah #Enviplast #plastik #singkong #Kantong Plastik