Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringatan Hari Anak Internasional, Masih Banyak Pekerjaan Rumah Tuntaskan Persoalan Anak di Indonesia

Bahana. • Senin, 20 November 2023 | 20:50 WIB
EKSPRESI : Anak TPQ unjuk kebolehan dalam ajang Festival Anak Soleh yang digelar Badan Koorinasi Lembaga Pendidikan Quran Kebumen.M HAFIED/RADAR KEBUMEN
EKSPRESI : Anak TPQ unjuk kebolehan dalam ajang Festival Anak Soleh yang digelar Badan Koorinasi Lembaga Pendidikan Quran Kebumen.M HAFIED/RADAR KEBUMEN

RADAR JOGJA - Setiap  20 November diperingati sebagai Hari Anak Internasional atau “World The Children’s Day”.

Tujuan memperingati Hari Anak ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya melindungi anak-anak.

Dilansir dari website PBB, Tema Hari Anak 2023 kali ini adalah For Every Child, Every Right artinya setiap anak, setiap hak (anak).

Peringatan Hari Anak pertama kali diresmikan pada tahun 1954. Peringatan ini dijadikan sebagai momentum untuk mempromosikan dan merayakan  hak-hak anak.

Yang mana diwujudkan dalam dialog dan tindakan yang akan membangun dunia yang lebih baik bagi anak-anak.

Hingga 64 tahun berlalu sejak pertama kali peringatan ini diresmikan, namun belum semua anak didunia mendapatkan kesejahteraan yang diharapkan.

Banyak anak-anak yang masih merasakan kesengsaraan dan tidak terpenuhinya hak yang seharusnya mereka rasakan, seperti putusnya sekolah.

Banyak sekali negara-negara yang fasilitas pendidikannya rendah, alhasil anak-anak yang berada di lingkungan tersebut tidak mendapatkan pendidikan yang mencukupi.

Negara Indonesia pun masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk menyelesaikan permasalahan terutama yang hadir di kalangan anak-anak.

Dilansir dari website Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, permasalahan  anak-anak di  Indonesia masih sangat beragam. 

Pada Februari 2023 lalu, pihak kementrian baru saja melakukan wawancara kepada beberapa anak terpilih dari perwakilan  wilayah Indonesia timur, barat, dan tengah untuk menceritakan permasalahan yang kerap mereka hadapi.

Baca Juga: Bansos PKH Gunungkidul Senilai Rp 600 Ribu Sudah Masuk ke Rekening, Silakan Dicek

Anak-anak pun akhirnya bercerita masalah dan isu-isu yang sering mereka jumpai dan rasakan.

Permasalahan tersebut seperti belum terpenuhinya kebebasan berekspresi pada anak, fasilitas kesehatan ramah anak yang masih kurang memadai, maraknya pekerja anak, perundungan di lingkungan sekolah dan masyarakat, cyberbullying, penyalahgunaan NAPZA dan rokok, dan kekerasan pada anak baik secara fisik, mental, maupun seksual.

Dan untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan-permasalah tersebut, tidak hanya satu pihak saja yang bergerak.

Namun memerlukan berbagai elemen yang harus berpartisipasi seperti orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah (Annida Muthi’ah)

 

Editor : Bahana.
#pbb #hari anak internasional #Indonesia