Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menarik ! Coklat Silver Queen Ternyata Tercipta Karena Soekarno, Begini Lho Sejarahnya !

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 10 November 2023 | 17:21 WIB
Coklat Silver Queen. (Website/Denpasar Now)
Coklat Silver Queen. (Website/Denpasar Now)

 

RADAR JOGJA - Ada hal menarik yang tidak banyak orang tahu di balik kemunculan coklat Silver Queen, brand coklat populer dan digandrungi anak muda hingga kini.

Tak banyak diketahui jika kemunculan coklat Silver Queen untuk pertama kali rupanya turut dipengaruhi oleh Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno lho.

Coklat ini sering dikira dari brand luar negeri, rupanya Silver Queen merupakan produk asli Indonesia yang diproduksi oleh perusahaan yang sama yang membuat coklat Ceres. Yakni PT Petra Food.

Pada kemunculannya, Soekarno menjadi salah satu penyebab utama pabrik coklat Ceres di Garut harus rela menciptakan coklat batangan yang diberi nama Silver Queen.

Melalui kanal YouTube Jason Nathanael, pria tersebut mengungkapkan bagaimana awal mula coklat tersebut diciptakan.

Sejak Zaman Penjajahan Belanda, Pabrik Berdiri.

Pada zaman masa penjajahan Belanda di Indonesia, terdapat sebuah pabrik kecil penghasil makanan manis seperti coklat yang berdiri di Garut dengan nama NV Ceres.

NV Ceres beroperasi di bawah kendali orang Belanda, hingga akhirnya pada tahun 1942 ketika Jepang mulai menguasai Nusantara, NV Ceres akhirnya terpaksa dijual.

Pabrik NV Ceres pun akhirnya dialihkan ke tangan pengusaha Burma yang saat itu tinggal di Bandung bersama Ming Chee Chuang setelah dirinya berhasil membeli pabrik dari Belanda.

“Waktu jaman Belanda ada pabrik coklat kecil di Garut namanya NV Ceres tapi pas Jepang datang 1942 mereka jual pabriknya ke pengusaha Burma yang tinggal di Bandung namanya Ming Chee Chuang,” tutur Jason Nathanael dalam kanal tersebut.

Dengan pindahnya pabrik coklat ke tangan orang Burma, NV Ceres tetap berjalan seperti rencana awal dengan terus memproduksi kudapan coklat yang berkualitas.

Hingga perang selesai pun Ming Chee Chuang masih terus mengembangkan dan memperluas pabriknya akhir produksi coklat dapat ditekan lebih besar.

“Abis perang selesai dia (Ming Chee Chuang) terus kembangin dan gedein pabriknya,” ungkap Jason Nathanael.

Usaha Ming Chee Chuang pun berjalan lancar, pengusaha Burma itu mampu memproduksi coklat Ceres yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia.

 

Produknya Semakin Boooming.

Puncaknya ketika terdengar kabar bahwa Presiden pertama Indonesia ketahuan menyukai coklat yang diproduksi oleh Ming Chee Chuang melalui pabriknya, NV Ceres.

Bahkan saking enaknya, Soekarno yang terlanjut ketagihan dengan kudapan manis diketahui hanya mau makan coklat yang dibuat oleh NV Ceres.

“Semua berubah saat ketahuan kalau ternyata Soekarno cuma mau makan coklat dari Ceres karena emang seenak itu,” tutur Jason Nathanael dikutip pada Kamis 9 November 2023.

Saking sukanya dengan coklat Ceres, pada acara Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diadakan di Bandung tahun 1955, Soekarno menghadirkan coklat Ceres sebagai hidangan utama.

Rupanya Soekarno juga ingin memperkenalkan betapa nikmatnya coklat yang diproduksi oleh Indonesia kepada para pemimpin negara lainnya.

Coklat Ceres pun mendapatkan keuntungan yang berkali-kali lipat usai eksposur media yang luar biasa terhadap bisnis coklatnya tersebut.

“Makanya pas konferensi Asia Afrika tahun 1955 coklat Ceres jadi hidangan utamanya,” kata Jason Nathanael menjelaskan.

 

Terus Inovasi dari Ceres Bertambah Silver Queen.

Di tengah-tengah melonjaknya produksi di pabrik NV Ceres, Ming Chee Chuang pun tak ingin berhenti berinovasi demi memenuhi keinginan konsumennya terutama Soekarno.

Agar mampu memenuhi keinginan Soekarno sebagai penikmat sejati coklat Ceres, pengusaha Burma itu akhirnya mengeluarkan produk baru yang diberi nama Silver Queen.

Silver Queen sendiri dibuat dengan konsep coklat batangan yang unik seperti kepingan beton, coklat ini dibuat dengan harapan agar konsumen lebih puas saat menikmati coklatnya.

“Beberapa tahun abis itu (usai KAA) mereka buat coklat batangan namanya Silver Queen yang dikenal unik kayak beton,” tuturnya.

Benar saja, sesuai harapan Ming Chee Chuang coklat Silver Queen pun booming dan dapat diterima oleh masyarakat Indonesia hingga kini.

Pabrik NV Ceres pun akhirnya diwariskan pada keturunan selanjutnya dan telah diganti nama menjadi Petra Food yang berpusat di Singapura.

“Silver Queen booming dan bisnisnya diwarisin ke anaknya, namanya jadi Petra Food yang berpusat di Singapura. Sekarang mereka banyak brand makanan lain,” pungkasnya. (Tifara Annisa/Radar Jogja)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#presiden soekarno #PT Petra Food #ir soekarno #brand coklat #Ceres #silver queen