RADAR JOGJA – Universitas Airlangga dikejutkan dengan berita dari salah satu mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan yang ditemukan tidak bernyawa di dalam mobil yang terparkir di kawasan Apartmen Royal Bisnis, Tambak Oso, Sidoarjo, Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi pada (6/11/2023).
Di duga mahasiswi tersebut bunuh diri lantaran menghirup gas helium.
Dalam skala kecil, gas helium terkadang digunakan oleh anak-anak sebagai bahan permainan.
Anak-anak akan menghirup gas helium dari balon untuk menghasilkan suara lucu seperti suara karakter dalam film kartun.
Gas helium termasuk dalam gas yang tidak beracun.
Gas helium tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa.
Walaupun begitu, gas ini tidak dianjurkan untuk digunakan secara sembarangan oleh manusia.
Alasannya, karena gas helium merupakan gas yang digunakan sebagai pengisian untuk balon udara.
Gas Helium Dalam Dunia Medis
Tapi ternyata, gas helium juga dapat digunakan dalam dunia medis.
Gas helium digunakan untuk membantu penderita gangguan pernapasan yang digunakan bersama dengan oksigen yang disebut dengan helioks.
Helioks untuk penderita gangguan pernapasan dapat membantu meredakan otot yang tegang di saluran pernapasan.
Akan tetapi, penggunaan dan manfaat helioks ini masih terbatas dan perlu untuk diteliti lebih lanjut.
Bahaya Gas Helium Bagi Tubuh Manusia
Jika manusia menghirup gas helium dari balon, efek yang dirasakan hanya efek ringan seperti pusing.
Tapi jika manusia menghirup gas helium langsung dari tabungnya, efek yang muncul akan menimbulkan masalah serius bahkan mengancam nyawa.
Helium yang dihirup manusia akan menghentikan sementara oksigen dalam tubuh manusia.
Helium yang dihirup langsung melalui tabung, bisa mengakibatkan paru-paru pecah karena tingginya kekuatan yang dilepaskan gas saat dihirup oleh manusia.
Gejala yang Akan Dirasakan Saat Tubuh Menghirup Gas Helium
Manusia yang menggunakan (menghirup) helium secara sembarangan akan menimbulkan gejala-gejala yang mengganggu kesehatan tubuh. Gejala tersebut, yaitu:
- Pusing
- Mual
- Muntah
- Sesak napas
- Lemas
- Sakit kepala
- Penglihatan buram
- Kejang
- Bibir kebiruan
- Detak jantung tidak teratur
- Pingsan
Walaupun gas helium juga digunakan dalam dunia medis, tetapi tetap untuk jangan menggunakannya secara sembarangan.
Jauhkan juga dari jangkauan anak-anak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Segera periksakan ke dokter jika mengalami gejala seperti di atas setelah tidak sengaja menghirup gas helium. (Anistigfar/Radar Jogja)