RADAR JOGJA - Kabut asap di Kota Palembang kian tebal. Jarak pandang pun terbatas akibat pekatnya kabut asap. Hal itu dialami sejumlah pengendara sepeda motor.
Seorang driver ojek online, Hendra mengungkap, cukup terganggu adanya kabut asap hari ini. Selain mengganggu jarak pandang, juga berbahaya bagi kesehatan.
"Kalau kualitas udara terus memburuk, lama-lama kita yang bekerja di jalanan mudah terkena penyakit. Apalagi jarak pandang hari ini sangat terbatas," ujarnya.
Dalam beberapa hari terakhir, dirinya juga merasakan imbas kabut asap hingga membuatnya batuk. Padahal, dirinya sudah mengenakan masker untuk perlindungan diri.
"Sempat batuk-batuk kemarin, tapi kalau kabut asap setiap hari bisa kambuh lagi," ungkapnya.
Kepala BPBD Sumsel, Iqbal Alisyahbana mengungkapkan, saat ini jumlah hotspot dari data miliknya mengalami penurunan dibanding hari sebelumnya. Namun, jumlah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) tak kunjung selesai.
"Update 31 Oktober jumlah sebaran hotspot sebanyak 431 titik. Terbanyak ada di OKI," ujarnya.
Dari jumlah itu, hotspot di OKI mencapai 279 titik. Rinciannya, Karhutla di lahan gambut 157 titik dan mineral 122 titik. Sementara di wilayah lain, Karhutla tak sampai 20 titik.
Ia mengungkapkan, salah satu upaya penangana Karhutla melalui TMC (teknik modifikasi cuaca) yang dilakukan hingga 4 November mendatang. Menurutnya, potensi awan penghujan pada akhir hingga awal November masih cukup besar. "Hampir 70 persen," ungkapnya.
Menurutnya, TMC akan dilakukan di wilayah yang berpotensi terdapat awan hujan. TMC sendiri dilakukan satu sampai tiga kali sorti melihat potensi awan perhari. Untuk sekali penyemaian (sorti) ditebar 1.000 kg atau 1 ton garam.
Iqbal menambahkan, sebelum dilakukan penyemaian garam, dilakukan penebaran kapur tohor aktif atau Kalsium Oksida (CaO) yang ditaburkan di gumpalan asap.
Baca Juga: Dipenjara Awal Tahun Lalu, Mantan Pemain Barcelona Ini Tiba-Tiba Aktif di Sosial Media
Kapur tohor aktif ini diyakini mampu menghilangkan asap yang disebabkan Karhutla. Setelah itu baru disemaikan garamnya.
"Untuk helikopter waterbombing ada enam dan untuk patroli ada dua. Lalu untuk TMC ada satu pesawat," pungkasnya. (Hasnul Fauzi)
Editor : Bahana.