RADAR JOGJA - Belakangan ini viral sebuah akun TikTok bernama oct.octa yang membagikan sebuah video pendek saat dirinya sedang emosi karena ditegur oleh bapak-bapak yang tidak dikenal di lampu merah.
Si perempuan pemilik akun itu menceritakan, saat itu dia sedang berboncengan naik motor hendak membeli makan bersama kakak laki-lakinya, yang merupakan saudara kandung.
Posisi dia membonceng kakaknya dengan memegang baju sang kakak.
Di lampu merah, ada bapak-bapak yang juga berkendara langsung mengomelinya.
Octa bercerita, kalau motor yang digunakannya dengan sang kakak berukuran besar dan tidak ada pegangan di belakangnya.
Sehingga, ia harus memegang baju sang kakak agar tak jatuh.
Tapi tiba-tiba saja seorang bapak dengan santainya mengatakan, “Pegangan teross, pegangan teroos, sono pacarana di alun-alun”.
Ungkapan yang dikeluarkan bapak tersebut tanpa mengetahui kondisi aslinya sontak saja membuat Octa merasa marah.
Pasalnya pada saat itu, Okta berboncengan dengan Kakak kandungya sendiri dan hendak membelikan makanan untuk sang ibu.
“Ini bapak-bapak senonoh bgt, lampu merah lagi diem seolah dia caper. Orang gw keluar juga mau beli makan buat mama,” tulis Octa dalam video.
“Ini tuh motornya gede gitu, gada pegangan belakangnya, gw cuma pegang baju, bapaknya malah tantrum,” sambung Octa dengan nada masih kesal.
Karena kesal diomelin oleh orang yang tidak dikenalinya.
Octa tidak tinggal diam dan terus menjelaskan apa kondisi sebenarnya terjadi kepada pria asing itu.
Tetapi, penjelasanya seperti tidak mendapatkan respon baik, akhirnya Octa pun kembali emosi, dan kemudian melaju karena rambu APILL sudah menyala hijau.
Sementara sang kakak yang membawa motor pun hanya berdiam diri mendengarkan adiknya membela diri.
Apa yang dialami Octa merupakan bagian dari dampak "Judge" atau menghakimi yang membudaya, kecenderuangan orang menuduh sembarangan tanpa mengetahui pasti hal sebenarnya dan merasa dirinya benar atas penghakiman tersebut. (Benadetet Aristi Rudi Sanjaya/Radar Jogja)
Baca Juga: Sudah Cerita Selalu Dibantah, Korban Merekam Kelakuan Bejat Ayahnya
Editor : Meitika Candra Lantiva