RADAR JOGJA - Perbincangan bayi berusia 5 bulan yang mengandung janin dalam perutnya seolah susah dinalar.
Akan tetapi itu benar terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), yang mana perut bayi laki-laki ini membengkak besar.
Sudah diketahui bahwa bayi usia 5 bulan ini mengandung bayi lagi di dalam perutnya yang bengkak.
Kisah bayi yang berinisial AA ini pun menjadi perbincangan di media sosial setelah diunggah oleh warganet, salah satunya akun "X" @tanyakanrln pada Selasa (24/10/2023).
“Bayi Laki-laki ‘Hamil’ di Sumbar, awalnya dikira kembung, ternyata berisi janin saudara kembar,” tulis akun tersebut dalam unggahan keterangan.
Peristiwa ini viral hingga dilihat lebih dari 1,4 juta kali dan disukai lebih dari 11.800 pengguna X, dan diunggah ulang lebih dari 900 warganet.
Berikut fakta- fakta dan dugaan janin yang ada dalam perut bayi 5 bulan :
1. Berawal dari Tiga Bulan
Pengakuan Hendi, ayah AA, pembengkakan perut anaknya itu sudah sekitar tiga bulan lalu. Artinya ketika buah hatinya itu masih berusia sekitar dua bulan.
Saat itu, Hendi dan isrinya memutuskan untuk memeriksa AA yang sering menangis ke puskesmas.
Dari pemeriksaan tersebut dapat diketahui ada benjolan di perut bayi AA.
Petugas puskesmas pun menduga, benjolan tersebut merupakan tumor.
Hendi kemudian membawa AA ke rumah sakit di Painan, Pesisir Selatan, yang kemudian dirujuk lagi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil, Padang Sumbar.
“Kondisi sedang memburuk sekali sekarang. Biaya pengobatan tidak ada, harus dioperasi,” kata Hendi.
2. Dugaan Penyebab Perut Bayi Bengkak
Hasil pemeriksaan awal RSUP M Djamil Padang menunjukkan, terdapat dua dugaan penyebab perut bayi AA membengkak.
Ahli Radiologi RSUP M Djamil, Tuti Handayani mengatakan, dugaan pertama adalah adanya tumor di dalam perut bayi.
Menurut dia, tumor tersebut dapat terdiri dari komponen padat, lemak, dan cairan yang mendiami perut sang bayi.
Sementara itu, dugaan kedua, di dalam perut AA terdapat janin yang merupakan saudara kembarnya.
Namun, janin tersebut telah mati.
3. Secara Radiologis, Fetus in Fetu
Menilik penulangan pada bayi, beberapa gambar turut memperlihatkan struktur menyerupai kaki.
Oleh karena itu, menurut Tuti, secara radiologis kasus ini dinyatakan sebagai gambaran fetus in fetu atau janin dalam bayi.
"Jadi bayi ini sebenarnya kembar, ada dua, namun yang satu itu tidak terpisah, tapi menempel di dalam badan bayi satu lagi," kata Tuti.
Kondisi tersebut menyebabkan bayi yang terlahir tampak hanya satu, padahal ada satu lagi anak di dalam bayi pertama.
Kendati demikian, terlepas dari dua dugaan, penyebab pembengkakan perut AA harus segera dibuang.
4. Rumah Sakit Bentuk Tim Dokter
RSUP M Djamil Padang telah membentuk tim dokter untuk menangani bayi 5 bulan yang diduga mengandung janin di dalam perutnya.
Tim tersebut diketuai oleh dokter spesialis bedah anak Budi Arnofian.
"Betul, kita bentuk tim untuk menangani kasus bayi itu," terang Direktur RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas.
Dovy mengatakan, pihaknya akan memeriksa kesehatan bayi tersebut sebelum melakukan tindakan operasi.
5. Dugaan kuat karena tumor teratoma
Sementara itu, Ketua Tim Dokter Budi Arnofian menyebutkan, kasus bayi tersebut kemungkinan merupakan tumor teratoma.
"Teratoma itu menyerupai janin yang memiliki rambut, tulang, dan lemak. Tapi dia adalah tumor," kata Budi.
Menurut Budi, tumor tersebut perlu segera diangkat karena dapat menjadi parasit di dalam tubuh bayi AA.
"Segera kita lakukan tindakan. Kita periksa dulu kesehatan bayinya. Apakah bisa langsung dioperasi atau bagaimana, nanti kita lihat," jelasnya.
Baca Juga: Aktor Ini Ditolak Vin Diesel Gabung Fast & Furios
6. Apa itu Fetus in Fetu
Fetus in fetu sebenarnya adalah kembar identik, namun perkembangan salah satu janin terhenti.
Meski tidak mengalami perkembangan, janin tersebut tetap melekat pada kembarannya atau janin lain yang tumbuh dan berkembang secara normal hingga lahir.
Akibatnya, janin yang tumbuh dan berkembang dengan normal dilahirkan dengan anggota tubuh, organ, atau jaringan tambahan dari kembaran parasitnya.
Dilansir dari Cleveland Clinic, bayi yang dapat dilahirkan biasanya memerlukan perawatan medis komprehensif untuk menghilangkan jaringan, organ, atau anggota tubuh dari kembaran parasitnya.
Bayi kembar yang masih hidup mungkin memiliki masalah pernapasan atau kardiovaskular sehingga memerlukan pemantauan di Neonatal Intensive Care Unit atau ruang NICU.
7. Apa Gejala Fetus in Fetu
Tidak ada gejala fetus in fetu yang bisa dialami ibu hamil.
Kondisi juga tidak bisa diketahui melalui pemeriksaan USG, CT Scan, dan MRI.
Pasalnya pada kembar parasit fetus in fetu, janin yang tidak berkembang berada di dalam tubuh kembarannya.
Janin dalam janin awalnya bisa dianggap tumor karena menyebabkan bagian tubuh tertentu bayi yang sehat tampak membesar.
Sebagian orang awam mungkin mengira bayi hamil karena terdapat janin kembarannya di dalam perut atau disebut omphalopagus.
8. Apa Penyebab Fetus in Fetu
Penyebab fetus in fetu belum diketahui secara pasti.
Namun, kondisi ini bisa terjadi karena perkembangan embrio yang abnormal dalam kehamilan kembar monokorionik-diamnioti.
Ini merupakan kondisi kembar identik ketika dua janin berada pada satu plasenta yang sama atau tidak mengalami pembelahan, namun kantung ketubannya yang berbeda.
Sedangkan, pada kondisi normal, sel telur yang dibuahi akan membelah menjadi dua setelah terjadinya pembuahan.
Meski tidak diketahui penyebab pastinya, fetus in fetu dan kembar parasit lainnya bisa terjadi karena kekurangan asam folat atau ibu hamil terapar radiasi selama kehamilan.
Kembar parasit fetus in fetu dapat membuat sebagian orang menyangka bayi hamil apabila ada janin yang menempel di perut bayi yang lahir dengan normal dan sehat.
Kondisi ini bisa juga dianggap sebagai tumor karena menyebabkan bagian tubuh bayi kembarannya tampak membesar.
Untuk mengatasi fetus ini fetu, doker mungkin menyarankan tindakan bedah untuk mengangkat organ janin yang menempel pada bayi. (Dwi Putri Birgita Lumban Nahor/Radar Jogja)
Baca Juga: Roasting Ganjar Pranowo, Komika Kiky Saputri Diserang Warganet
Editor : Meitika Candra Lantiva