RADAR JOGJA – Seorang sopir dan kernet hampir saja tersambar kereta api ketika akan melintasi rel kereta yang palang pintunya tak tertutup di Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik pada, Minggu (15/10).
Kejadian tersebut berhasil diabadikan oleh sopir dan kernet hingga videonya viral di sosial media. Sambil merekam keadaan sekitar, mereka memperlihatkan palang pintu kereta yang tidak tertutup saat kereta api melintas dengan kecepatan tinggi.
"Untung tolah toleh, gak ngunu yo buyar. Koyok ngene, yo bantere koyok ngunu (untung tengok kanan kiri. Kalau tidak begitu ya tertabrak, cepatnya gitu)," kata salah satu dari mereka.
Tak hanya itu, keadaan pos penjaga perlintasan juga terlihat sepi seperti tidak orang yang bertugas. Namun kondisi palang diketahui masih berfungsi.
Video viral itu pun mendapat respon dari pihak terkait. Kabid Angkutan Dishub Gresik Irfal membenarkan apa yang terjadi di dalam video yang telah beredar.
Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya saat kejadian ada petugas yang berjaga, namun petugas tersebut pergi untuk buang air besar (BAB). Maka dari itu tombol buka tutup palang yang berada di pos penjagaan tidak ditekan ketika kereta api akan melintas.
"Palang pintunya nggak rusak, tapi saat itu petugasnya buang air besar (BAB), karena yang jaga satu orang," ungkap Irfal, seperti dikutip dari Radar Gresik.
Irfal juga menambahkan bahwa petugas penjaga perlintasan kereta api disana hanya dua orang dengan sistem bergantian shift.
"Kami akui alami keterbatasan personel. Makanya kami mengusulkan tambahan personel supaya tetap ada yang jaga palang di pos penjagaan," katanya.
Selanjutnya, Irfal mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil petugas palang pintu pelintasan kereta api di Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. (Erlika Yusfiarista)
Editor : Bahana.