RADAR JOGJA - Menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1, narkotika merupakan zat buatan dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran serta menyebabkan kecanduan.
Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan.
Pemanfaatan dari zat-zat itu harus berdasarkan resep dokter, sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan.
Oleh karena itu, penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal bagi pengguna. Di lain sisi pengguna juga akan dikenakan sanksi hukum.
Bagaikan dua sisi mata uang, narkoba bisa menjadi zat yang bisa memberikan manfaat tapi disisi lainnya narkoba juga memberikan dampak buruk bagi penggunanya.
Jika disalahgunakan, narkoba bisa merenggut fungsi tubuh penggunanya secara menyeluruh lho.
Dikutip dari orami.co.id, Badan Narkotika Nasional (BNN) memaparkan, sekitar 180 dari 10.000 penduduk Indonesia usia 15-64 tahun terpapar narkoba pada tahun 2019.
Berdasarkan laporan yang dipublikasi BNN bertajuk Indonesia Drug Repots 2023, jumlah tindak pidana narkoba di Indonesia mencapai 43.099 kasus sepanjang 2022.
Amat disayangkan, belakangan ini pengguna narkotika didominasi oleh anak usia remaja, seperti kasus yang terjadi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengegmparkan jagat maya baru-baru ini. Penggunanya masih duduk di bangku SMA, dan mengaku telah mengkonsumsi narkoba sejak berada di bangku Sekolah Dasar. Sungguh miris bukan?
Peredaran dan juga dampak dari penggunaan narkoba pada tubuh manusia semakin membuat resah.
The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-empat mendefinisikan penyalahgunaan narkoba sebagai pola mala daptive.
Artinya, penggunaan zat yang mengarah ke gangguan signifikan secara klinis. Nah, berikut ini berbagai dampak penggunaan obat-obat terlarang atau narkoba bagi kesehatan penggunanya:
1. Berhalusinasi
Halusinasi ini membuat penderitanya tidak bisa berfikir jernih, apalagi untuk focus. Untuk jangka panjang, dampak dari narkoba ini adalah membuat penggunannya kecanduan.
2. Efek Tenang dan Menyenangkan
Terdapat beberapa jenis 0bat-obatan yang termasuk dalam jenis narkoba, yang umumnya dogunakan untuk proses penyembuhan suatu penyakit.
Jenis narkotika tersebut adalah morfin, yang dimana memberikan efek menenangkan bagi tubuh.
Namun, jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa juga menyebabkan kecanduan.
3. Dehidrasi atau Kekurangan Cairan
Dampak penggunaaan narkoba ekstasi pada tubuh manusia atau pengguna adalah ketidakseimbangan elektrolit, yang mengakibatkan tumuh menjadi kekurangan cairan.
Jika terus terjadi, maka tubuh akan merasakan gejala seperti kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku berubah agresif, dan rasa sesak pada dada.
4. Gangguan Pencernaan
Dampak penggunaan narkoba jenis ganja pada tubuh pengguna yang sering dialami adaha gangguan pada pencernaan.
Adapun gejala yang dirasakan seperti mual, muntah, serta sakit perut.
Tidak hanya itu,jika digunakan dalam dosis yang berlebih pengguna akan mengalami gangguan kecemasan yang dimana akan mengakibatkan gangguan mental bahkan depresi.
5. Tidur Terus Menerus
Dumolid adalah salah satu obat tidur yang sering digunakan dan termasuk dalam psikotropika.
Pemakai yang menggunakan obat ini dalam dosis yang berlebihan akan memberikan efek tubuh terlalu rileks.
Oleh karena itu, dampak oenggunaan narkoba yang paling sering adalah kekurangan kesadaran secara drastis.
6. Gangguan Perilaku
Napza termasuk golongan jenis narkoba Yang memberikan efek tak beraturan.Narkotika jenis ini berdampak pada kesadaran dan koordinasi tubuh pengguna menjadi terganggu.
Akibat hilangnya kesadaran,membuat pengguna binggung dan terjadilah perubahan perilaku.
Selain itu, dampak yang paling tinggi dari konsumsi NAPZA adalah hilangnya ingatan, meningkatnya risiko terkena gangguan pola pikir dan penyakit mental lainnya.
7. Penyakit Kardiovaskular
Narkoba stimulant,seperti kakoin dan metamfetamin dapat berakibat pada kerusakan jantung dan pembuluh darah.
Adapun gejala-gejala yang dirasakan oleh pengguna adalah seperti rasa sesak di dada,napas pendek,tangan keringat berlebihan,nyeri pada bagian dada dan punggung,dan kesulitan bernapas.
Jika digunakan jangka panjang, narkotika jenis ini dapat mengakibatkan penyakit arteri coroner, aritmia, dan juga serangan jantung.
8. Risiko Penyakit Menular
Penggunaan narkoba selalu dikaitkan dengan perilaku seperti berbagi jarum suntik dan bahkan seks yang tentunya tidak aman.
Kombinasi tersebut meningkatkan kemungkinan pengguna akan tertular HIV, hepatitis,dan penyakit menular lainnya.
Beberapa obat-obatan yang disalahgunakan dan dapat menyebabkan HIV diantara lain:
Kokain, Heoin, Metamfetamin, Resep Opioid dan Steroid.
9. Kecanduan
Menurut American Addiction Center, terdapat banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kecanduan seerti genetika, lingkungan, psikologi atau emosional, zat yang digunakan dan juga frekuensi penggunaan zat.
10. Kematian
Yang terakhir dampak paling serius dan buruk adalah overdosis.
Ini terjadi jika pengguna memakai obat-obat tersebut dalam dosis yang tinggi dan berlebihan.
Seperti pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain yang dapat menyebabkan tubuh mengalami kejang-kejang dan jika dibiarkan hal tersebut akan berakhir dengan kematian.
Nah, itu tadi beberapa dampak dari mengkonsumsi obat-obatan terlarang, semoga informasi ini bermanfaat dan membantu teman-teman untuk mengetahui bahaya narkoba.
“Hindari Narkoba, sayangi diri dan masa depan kamu”. (Bernadette Aristi Rudi Sanjaya/Radar Jogja)
Baca Juga: Marak Miras Oplosan, Kapolresta Jogja Klaim Rajin Lakukan Razia