RADAR JOGJA – Viral di media sosial TikTok aksi solidaritas sesame guru untuk pak Akbar. Inilah sosok Guru di Sumbawa yang viral usai dilaporkan ke polisi dan dituntut.
Akbar Sarosa merupakan Guru Pendidikan Agama Islam di SMK Negri 1 Taliwang, Sumbawa Barat.
Ini karena wali murid tersebut tak terima anaknya dihukum Akbar Sarosa karena tak mau salat.
Awalnya Akbar Sarosa mencoba menegyr tuga murid yang tak mau salat, tetapi teguran tersebut tidak dihiraukan.
Situasi memanas ketika ketiga siswa tersebut dihukum dengan cara dipukul di telapak tangan dan pundak sebagai bentuk hukuman atas penolakan mereka untuk melaksanakan Salat.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini terjadi setelah Akbar memerintahkan siswanya untuk melaksanakan salat berjamaah karena waktu zuhur telah tiba.
Namun, tiga siswa menolak melaksanakan sholat berjamaah. Akbar mencoba menegur mereka, tetapi teguran tersebut tidak dihiraukan.
Situasi memanas ketika ketiga siswa tersebut dihukum dengan cara dipukul di telapak tangan dan pundak sebagai bentuk hukuman atas penolakan mereka untuk melaksanakan salat.
Orangtua murid yang merasa marah dengan tindakan tersebut melaporkan Akbar kepada pihak berwajib karena merasa anaknya tidak pantas dihukum dengan cara tersebut.
“Pak Akbar dilaporkan oleh orangtua murid karena anaknya dihukum lantaran tidak mau disuruh shalat. Semoga pak Akbar mendapatkan keadilan,” ujar Deni Ali dalam videonya.
Atas kejadian yang menimpa Akbar, akhirnya guru-guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumbawa Barat dan Asosiasi Persatuan Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), menggelar aksi solidaritas Akbar Sorasa, guru PAI SMKN 1 Taliwang di depan gedung DPRD Kabupaten Sumbawa Barat.
Puluhan guru tersebut menggalang dukungan di depan gedung wakil rakyat dengan harapan agar anggota DPRD KSB mendengarkan aspirasi para guru agar lebih memperhatikan kondisi dunia pendidikan saat ini. (Dwi Nurhidayat/RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.