RADAR JOGJA – Kebakaran yang terjadi di kawasan Bukit Teletubbies Savana Gunung Bromo selama sepekan ini menyebabkan ekosistem alam terganggu. Dampak ekologis dari kebakaran tersebut cukup parah. Bahkan flora dan fauna terancam punah.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS 1) Didid Sulistyo. Dia mengatakan, lokasi terbakar merupakan habitat bagi hewan dan tumbuhan, seperti rumput Malelo dan bunga Edelweis. Kemudian juga bagi elang Jawa dan lutung Jawa.
"Rumput Malelo dan bunga Edelweis dari pantauan kami sudah terbakar," kata Didid dilansir dari Jawa Pos Group, Rabu (13/9/2023).
Dia menyebut, Bukit Teletubbies Savana Gunung Bromo yang notabene habitat elang Jawa dan lutung Jawa, jika habitatnya terbakar maka elang Jawa ini akan pergi.
"Syukur-syukur (fauna, Red) tidak ikut terbakar," ujar Didid.
Seperti yang diketahui, kawasan Taman Nasional Bromo terkenal dengan sebutan "Land of Edelweis" atau surga dari tanaman Edelweiss yang memiliki 3 jenis yakni, Anaphalis viscida, Anaphalis longifolia, serta Anaphalis javanica.
Namun sayangnya, tanaman-tanaman dari "Land of Edelweis" ini ikut terdampak kebakaran hingga hangus tidak menyisakan apapun.
Selain Edelweiss, di Taman Nasional Bromo juga terdapat jenis tanaman yang dilindungi oleh Undang-Undang, seperti tanaman Anggrek langka Malaxis purpureonervosa (flora endemik Semeru Selatan), Habenaria tosariensis (flora endemik TNBTS) serta Macodes petola.
Menurut Didid Sulistyo, satwa langka seperti Elang dan Lutung Jawa yang sudah tidak ditemui lagi di kawasan Bromo akibat asap kebakaran yang membuat mereka kabur dari habitatnya.
Dikutip dari laman resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Lutung Jawa sendiri merupakan hewan yang terancam punah sebab tingkat reproduksi hewan ini cukup rendah.
Hal ini menjadi kekhawatiran apabila Lutung Jawa yang kabur tidak menemukan habitat seperti di kawasan Gunung Bromo. (Erlika Yusfiarista)
Editor : Meitika Candra Lantiva