Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Brak, Adu Banteng Bus Sugeng Rahayu Vs Eka di Ngawi Begini Kondisinya

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 1 September 2023 | 02:14 WIB

FATAL: Bus Eka dan Sugeng Rahayu ringsek usai adu banteng di Geneng, Ngawi, Kamis (31/8/2023) pagi. (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)
FATAL: Bus Eka dan Sugeng Rahayu ringsek usai adu banteng di Geneng, Ngawi, Kamis (31/8/2023) pagi. (ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI)

 

RADAR JOGJA - Adu banteng bus Sugeng Rahayu vs Eka terjadi di Ngawi, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023). Dalam peristiwa kecelakaan itu, empat orang dinyatakan tewas dan 16 orang luka-luka. 

 
Data kepolisian menyebutkan, empat orang meninggal dunia dalam insiden itu, di antaranya, pengemudi masing-masing bus, kernet bus Eka dan satu pejalan kaki. 
 
 
Menurut Yoyok Nugroho salah seorang warga yang membantu proses evakuasi korban kecelakaan mendengar benturan cukup kencang. Adu banteng terdengar hingga satu kilometer dari lokasi kejadian. 
 
Baca Juga: Hilang Konsentrasi, Kecelakaan Tunggal Mobil Tabrak Separator di Jalan Jogja-Solo
 
"Kondisinya mengerikan. Kedua bus ringsek, korbannya pun parah," beber Yoyok di lokasi kejadian dihimpun dari berbagai sumber. 
 
Yoyok tak sendirian, dia bersama tiga orang warga lainnya turut membantu evakuasi sopir bus, yang menurutnya kondisinya sangat parah. 
 
Tragis. "Kondisi supir bus Sugeng Rahayu itu nempel sama kursinya. Tepat di depan bus Eka," ujarnya. 
 
Kondisi supir bus Sugeng Rahayu mengenaskan. Anggota tubuhnya ada yang hilang. "Kakinya putus dan sempat dicari oleh warga. Namun (potongan kaki, Red) saya temukan di bawah bus Eka," ungkapnya. 
 
Demikan juga kondisi supir bus Eka. Ngeri, badannya tergencet badan bus. Yoyok menyebutkan, saat hendak dievakuasi, sang sopir bus Eka masih hidup. Karena proses evakuasi memakan waktu lama sehingga nyawa korban tak terselamatkan. "Akhirnya korban meninggal dunia," sebutnya. 
 
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Ngawi AKBP Argo Wiyono mengatakan, hasil sementara, kecelakaan adu banteng kedua bus itu lantaran menghindari seorang pejalan kaki. Meski demikian kepolisian Resor Ngawi masih mendalami penyebab insiden tersebut. 
 
Baca Juga: Banyak Kecelakaan di Underpass Kentungan, Ini Berbagai Usulan untuk Mencegah
 
Ia menjelaskan, kejadian bermula, saat kedua bus melintas di Jalan Raya Ngawi - Maospati Km 9-10, Desa Tambakromo, Kecamatan Geneng, sekitar pukul 05.15 pagi.
 
Bus Sugeng Rahayu pelat nomor W 7572 UY melintas dari arah Selatan menuju Utara. Dari keterangan saksi di TKP, pengemudi bus bermaksud menghindari pejalan kaki di depannya. Sehingga bus mengambil haluan ke kanan. 
 
"Namun saat yang bersamaan, melaju bus Eka pelat nomor S 7551 US dari arah yang berlawanan. Brak, terjadilah adu banteng," terang AKBP Argo saat memimpin  proses olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Meski demikian kepolisian Resor Ngawi masih mendalami penyebab insiden tersebut.
 
Baca Juga: Kecelakaan Maut Adu Moncong Bus Eka Versus Sugeng Rahayu di Ngawi, Empat Meninggal
 
Menurutnya, bus kuran berhati-hati, kurang memperhatikan arus lalu lintas yang ada. "Karena jaraknya (antar bus, Red) yang terlalu dekat, kecelakaan tak terhindarkan," sambungnya. 
 
Disebutkan satu di antara penumpang bus yang tewas merupakan warga Desa Tambakromo. 
 
Proses evakuasi korban cukup sulit dikarenakan sopir bus terjepit body kendaraan yang ringsek. 
 
Sementara korban yang luka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Soeroto. Hingga kini masih dalam penyelidikan Polres Ngawi. 
 
Baca Juga: Ahli Waris Kecelakaan Maut Jembatan Kemit Terima Santunan
 
 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#evakuasi korban #adu banteng #pejalan kaki #Supir Bus #kernet bus #meninggal dunia #kecelakaan bus #ngawi #insiden kecelakaan #evakuasi #Kecelakaan Maut #tragis #jawa timur #meninggal