RADAR JOGJA - Kejadian ini terjadi di Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Rumidi tak kunjung kembali bekerja. Sudah berbulan-bulan ia mangkir dari tugasnya sebagai Kepala Desa (Kades) Nglebur.
Bolosnya Kades Nglebur menyebabkan pencairan dana desa menjadi terhambat. Selain itu juga berdampak pada pelayanan masyarakat. Pelayanan masyarakat, seperti administrasi menjadi terganggu.
"Terutama terkait dengan pencairan dana desa tahap kedua. Sebenarnya saat ini sudah tahap pencairan. Namun karena kades tak ada, pencairan itu tak bisa diproses. Sebab, secara administrasi pencarian membutuhkan tanda tangan kades," Terang Sekretaris Desa Nglebur Mujianto dilansir dari Jawa Pos Radar Kudus, Minggu (20/8/2023).
Tak hanya itu, di lingkungan masyarakat pun juga sudah mulai bergejolak. Pasalnya pembangunan dan bantuan langsung tunai tidak dapat terlaksana dengan maksimal.
Beberapa masyarakat pun sudah menanyakan terkait kendala tersebut. Namun demikian, pihaknya hanya bisa memberikan penjelasan jika belum pulangnya kepala desa jadi faktor penyebab.
"Karena sampai sekarang tidak bisa komunikasi," ucapnya.
Diketahui Rumidi pergi sejak 19 Juni lalu, dan hingga kini kades tersebut tak kunjung kembali.
Sementara saat pihaknya meminta penjelasan ke keluarga Ramidi, dikatakan bahwa kades tersebut sejak 19 Juni meninggalkan rumah untuk berobat lantaran harus operasi kaki di rumah sakit.
"Kalau soal ada tidaknya permasalahan pribadi atau soal desa gak tahu. Karena pak kades mulai menjabat sebagai kepala Desa Nglebur sejak 2019. Sedangkan, saya dan beberapa perangkat desa mulai menjabat sejak tahun 2021. Sehingga tak tahu pasti," tutur Mujianto.
Akibat mangkir dari kantor selama berbulan-bulan. Rumidi kini sedang dalam proses sanksi."Di antaranya sedang berproses untuk pemberhentian sementara," bebernya.(mel)
Editor : Meitika Candra Lantiva