Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunakan Pesawat Nirawak, UGM Petakan Area Terdampak Gempa Cianjur

Editor News • Rabu, 14 Desember 2022 | 02:25 WIB
DRONE : Tim dari Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM berhasil melakukan pemetaan area terdampak gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat menggunakan pesawat nirawak UAV VTOL P330. (DOKUMENTASI UGM for RADAR JOGJA)
DRONE : Tim dari Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM berhasil melakukan pemetaan area terdampak gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat menggunakan pesawat nirawak UAV VTOL P330. (DOKUMENTASI UGM for RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Tim dari Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik UGM berhasil melakukan pemetaan area terdampak gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Pemetaan ini menggunakan Global navigation Satetlite System (GNSS). Tepatnya tipe Geodetic dan pesawat nirawak UAV VTOL P330. Pesawat nirawak ini membawa sensor kamera berresolusi 40 megapixel dan sensor portable Lidar.

Bekerjasama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Fakultas Teknik UGM, tim melakukan pemetaan di wilayah yang paling terdampak gempa. Tim yang dipimpin oleh Ruli Andaru melakukan pemetaan dari 7 hingga 9 Desember 2022. 

“Kegiatan ini kita lakukan untuk memetakan dampak kerusakan bangunan dan fasilitas umum akibat gempa, menganalisa pergerakan tanah, penentuan area relokasi hunian warga,” jelas Ruli dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/12).

Ruli menyampaikan pemetaan dilakukan secara ekstra terestrial. Berupa teknik pemotretan udara dengan wahana UAV secara fotogrametris. Sementara UAV yang diterbangkan memiliki kapasitas baterai 30.000 mAh. Sehingga memiliki kemampuan terbang selama 100 menit dan cakupan area pemotretan seluas 1500 Hektar.

Direncanakan area seluas 5000 Hektar dapat dipetakan dalam kurun waktu 2 hari lapangan. Beberapa spot area juga akan dilakukan pemetaan dengan teknologi Lidar. Untuk mendapatkan data permukaan topografi/surface yang lebih detail.

“Selama dua hari di lapangan, kami menjumpai beberapa kendala teknis maupun non teknis, sehingga dari target 5000 Ha ini baru terpetakan sejumlah 1500 Ha saja,” kata Ruli.

Pemetaan ini menemui kendala. Mulai dari faktor cuaca hingga pergerakan pesawat udara atau helikopter disekitar lokasi. Kondisi tersebut menyebabkan slot penerbangan UAV TRC FT UGM menjadi terbatas.

Kendati begitu, area yang berhasil dipotret ini telah mampu memberikan gambaran kondisi terkini pasca gempa. Untuk selanjutnya akan diproses dan dibuat tampilan visualnya. Wujudnya dalam sebuah peta foto dan peta garis.

“Dengan kemampuan pembentukan permukaan terain secara 3D, gambaran elevasi dan tingkat kelerengan tanah dapat diukur secara teliti. Hasil mapping ini nantinya juga akan diintegrasikan dengan hasil mapping institusi lain dan akan diupload di portal BNPB,” ujarnya.

Kepala Desa Desa Bunikasih Solehudin menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi UGM dalam kegiatan pemetaan ini. Peta yang dihasilkan nantinya bisa memberikan kontribusi untuk desa. Khususnya untuk memberikan informasi termasuk relokasi hunian warga Bunikasih.

“Tentu sangat membantu sehingga jadi tahu wilayah yang berbahaya mana saja. Ini bisa jadi antisipasi dan data mitigasi bencana di wilayah kami,” katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#pemetaan gempa cianjur #pesawat nirawak UAV VTOL P330 #Gempa Cianjur #Teknik Geodesi UGM