Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Presiden Jokowi Tetapkan KGPAA Paku Alam VIII sebagai Pahlawan Nasional 

Editor News • Selasa, 8 November 2022 | 01:46 WIB
PAHLAWAN : Presiden Joko Widodo menyerahkan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam (PA) VIII yang diterima KGPAA Paku Alam X di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/11). (FOTO : RUSMAN BPMI SETPRES
PAHLAWAN : Presiden Joko Widodo menyerahkan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam (PA) VIII yang diterima KGPAA Paku Alam X di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/11). (FOTO : RUSMAN BPMI SETPRES
RADAR JOGJA, Jakarta - Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam (PA) VIII di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/11). Penganugerahan ini diterima langsung oleh Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X sebagai ahli waris KGPAA PA VIII.

Gelar Pahlawan Nasional ini diberikan berkat jasa dan perjuangan KGPAA Paku Alam VIII semasa hidupnya pada bangsa dan negara Indonesia. Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional ini berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 96/TK/Th2022 tertanggal 3 November 2022. Penganugerahan ini juga sebagai rangkaian peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November.

"Hari ini pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar kepada bangsa dan negara," jelas Jokowi dalam keterangan terpisah yang dikutip dari siaran pers Setpres RI, Senin (7/11).

Photo
Photo
KAGUM : Presiden Joko Widodo melihat foto sosok Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam (PA) VIII di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/11). (FOTO : RUSMAN BPMI SETPRES)

Tahun 2022 ini, KGPAA Paku Alam VIII dianugerahi gelar Pahlawan Nasional bersama empat tokoh nasional lainnya. Sebut saja Dr. dr. HR Soeharto dari Jawa Tengah, dr. R. Rubini Natawisastra dari Kalimantan Barat, H. Salahuddin bin Talabuddin dari Maluku Utara dan KH. Ahmad Sanusi dari Jawa Barat.

Acara penganugerahan dihadiri oleh para ahli waris dari para tokoh. Seluruhnya sekaligus mewakili para penerima gelar dan penghargaan. Acara kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden Jokowi beserta para tamu undangan terbatas lain kepada para ahli waris penerima gelar Pahlawan Nasional.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional ini. Diantaranya Menko Polhukam Mahfud Md, Mensesneg Pratikno, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X mengungkapkan rasa terima kasihnya mewakili keluarga besar Pura Pakualaman, Kadipaten Pakualaman dan seluruh masyarakat Jogjakarta.

KGPAA Paku Alam X berterima kasih kepada pemerintah, tim pengusul, para akademisi dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengusulan KGPAA Paku Alam VIII sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia dari Daerah Istimewa Jogjakarta.

"Semoga jiwa patriot dan nasionalisme beliau dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua, serta semoga kita senantiasa memiliki integritas untuk melanjutkan perjuangan beliau dan mengisi kemerdekaan bangsa dengan prestasi dan karya yang bermanfaat," kata KGPAA Paku Alam X.

Menko Polhukam Mahfud MD selaku Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan mengatakan kelima tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional ini dipilih berdasarkan usulan masyarakat. Kelima tokoh dinilai telah ikut berjasa dalam perjuangan mendirikan NKRI.

Menurut Mahfud, gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada KGPAA Paku Alam VIII karena beberapa jasa. Terutama atas peran saat bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengintegrasikan diri untuk bergabung dengan NKRI pada awal kemerdekaan Republik Indonesia.

"Sehari sesudah (kemerdekaan) itu beliau menyatakan bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemudian Yogyakarta menjadi ibu kota yang kedua dari Republik ketika terjadi agresi Belanda pada tahun 1946," ujar Mahfud.

Kepala Dinas Sosial DIJ Endang Patmintarsih mengatakan sampai saat ini sudah ada tujuh tokoh asal Jogjakarta yang memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Menurutnya, hal ini sangat luar biasa karena akan semakin meneguhkan Jogjakarta sebagai kota perjuangan.

"Begitu banyak pahlawan nasional yang berasal dari Jogjakarta ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita. Selanjutnya bagaimana kita harus terus menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial, nilai-nilai kepahlawanan dan nilai-nilai gotong royong yang dulu dilakukan para pahlawan," katanya.

KGPAA Paku Alam VIII merupakan Adipati Kadipaten Pakualaman yang bertakhta selama sekitar 61 tahun. Tepatnya dari medio 1936 hingga 1998. Ini sekaligus menjadi Adipati Pakualaman yang terlama bertakhta.

Semasa jabatannya, bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX, KGPAA Paku Alam VIII mengeluarkan amanat bergabungnya Kadipaten Pakualaman dengan NKRI. KGPAA Paku Alam VIII juga merupakan Penjabat Gubernur terlama. Terhitung mulai dari 1988 hingga 1998 yang menjabat sebagai Penjabat Gubernur DIJ. Sekaligus menetapkan sebagai penjabat gubernur terlama se-Indonesia. (*/Dwi) Editor : Editor News
#KGPAA Paku Alam VIII #KGPAA Paku Alam X #Anugerah Pahlawan Nasional #Hari Pahlawan Nasional