Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam laporan hasil evaluasi aktivitas Gunung Merapi mengatakan, status aktivitas Gunung Merapi berada pada tingkat Siaga (level III) sejak 5 November 2021. Memasuki fase erupsi sejak 4 Januari 2021 yang ditandai dengan munculnya kubah lava di tebing puncak sektor barat daya dan di tengah kawah.
Seiring perkembangan aktivitas erupsi saat ini dan potensi bahayanya, maka perlu ada pemutakhiran rekomendasi potensi bahaya kembali. “Status aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan dalam tingkat Siaga,” katanya (26/1).
Rekomendasi bahaya terakhir ditetapkan pada 25 Juni 2021 di mana daerah bahaya guguran lava dan awan panas berada pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng, sejauh maksimal 5 Km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 Km dan Sungai Gendol 5 Km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 Km.
Setelah dilakukan pemutakhiran radius bahaya untuk tiga sungai yakni Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng diperluas menjadi sejauh 7 Km. Radius bahaya erupsi Gunung Merapi diperluas karena adanya perubahan topografi lereng akibat aktivitas erupsi.
“Perubahan topografi lereng akibat aktivitas erupsi berpengaruh kepada potensi bahaya guguran dan awan panas berikutnya. Untuk itu perlu dilakukan pemutakhiran penilaian bahaya guguran dan awan panas menggunakan data topografi terbaru,” ujarnya.
Berdasar pemantauan Badan Geologi, kubah lava tengah kawah dan barat daya terus tumbuh dengan laju rata-rata masing-masing sebesar 5.000 m3/hari dan 10.000 m3/hari. Pada 20 Januari 2022 volume kubah tengah kawah terhitung sebesar 3.007.000 m3 dan kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 m3. “Hasil analisisa data drone dan kamera DSLR menunjukkan kondisi kedua kubah lava dan tebing-tebing puncak sekitarnya masih stabil,” terangnya.
Dengan menggunakan data topografi terbaru, hasil pemodelan menunjukkan apabila kubah lava barat daya Gunung Merapi longsor secara masif, maka akan menimbulkan awan panas guguran ke Sungai Bedog, Bebeng, dan Krasak sejauh maksimal 6,3 Km dan ke Sungai Boyong sejauh 3,9 Km.
Demikian pula untuk kubah lava tengah Gunung Merapi, apabila longsor secara masif maka awan panas guguran ke arah Sungai Gendol akan mencapai jarak 5 Km dan ke Sungai Woro sejauh 3 Km. “Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Hingga saat ini status aktivitas masih ditetapkan dalam tingkat Siaga,” tandasnya.
Dengan demikian, masyarakat diminta agar tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya Gunung Merapi itu dan mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Selain itu, merekomendasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD), Pemprov DIJ, Pemprov Jawa Tengah, Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten agar menindaklanjuti dalam upaya mitigasi bencana. “Termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim dan beraktivitas dalam KRB III,” tambahnya. (wia/laz) Editor : Editor Content