Dirut PT. Mulia Knitting Factory Hanan Supangkat mengatakan latar belakang pembuatan Jembatan Rider di Desa Jatibarang Kidul karena jembatan terdahulu rusak. Alhasil warga tidak bisa melintas dan beraktivitas dengan normal.
"Rusak akibat banjir, selain itu jembatan terdahulu juga terbuat dari bambu. Dari segi kekuatan kurang tahan lama dan hanya dapat dilalui oleh satu orang saja," jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/1).
Oleh karena itu, Jembatan Rider dibuat lebih kokoh berbahan beton. Sehingga dapat dilalui oleh lebih dari satu orang dan bahkan kendaraan motor.
Sementara itu, Jembatan Rider di Desa Jatibarang Kidul telah diresmikan oleh PT Mulia Knitting Factory disambut antusias warga setempat pada Minggu (16/1).
"Semoga dapat memudahkan warga desa untuk mobilitas antar desa, serta berdampak pada geliat ekonomi warga menjadi lebih baik," harapnya.
Hanan mengungkapkan pembangunan jembatan merupakan bentuk dari Corporate Social Responsibility (CSR). Dia menyebut Rider Underwear sejak tahun 1955 telah fokus pada dunia pakaian dalam di Indonesia.
"Selama 66 tahun kami menjaga kualitas bahan dan selalu melakukan inovasi secara terus menerus kedepannya," katanya. (obi/om14) Editor : Editor News