Akun twitter milik Didu Nunuk, memberikan komentar cukup pedas. Dalam kolom komentar Tertulis, ‘Sepakat banget dengan pak Luqman. Pemecah belah bangsa memang harus diadili biar tidak bikin onar terus’.
Netizen menyoroti berita terkait Ketua GP Ansor yang mendukung Polri untuk menahan dan menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka karena cuitan ‘Allahmu ternyata lemah”. Netizen menilai pernyataan itu tepat karena Ferdinand Hutahaean telah berbuat tidak pantas.
"Langkah cepat dan tegas polisi ini di harapkan dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat sehingga dapat mencegah potensi meluasnya kegaduhan publik, yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat,” kata Luqman Hakim melalui keterangan persnya Rabu (12/1).
Ketua GP Ansor mengajak masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial. Beliau berharap kemajuan teknologi dan informasi saat ini dapat menjadi sumbangan perbaikan peradaban manusia dan memperkokoh persatuan bangsa. Dia juga meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan menjunjung asas praduga tak bersalah.
Luqman juga mendukung Polri agar bertindak profesional dan transparan dalam menangani kasus tersebut. Selain itu juga berharap Ferdinand Hutahaean mendapatkan bimbingan agama Islam selama proses hukum berjalan sehingga Fedinand bisa mendalami dan melaksanakan ajaran Islam.
Seperti diketahui, Polisi menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka terkait kasus cuitan ‘Allahmu ternyata lemah’. Kemudian, Ferdinand ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan cabang Jakarta Pusat di Mabes Polri.
Polisi menyatakan, berdasarkan kondisi kesehatannya, Ferdinand layak ditahan. Ferdinand tidak dijerat pasal penodaan agama. Dia dijadikan tersangka karena cuitan ‘Allahmu ternyata lemah’ yang berpotensi memicu keonaran. (om12/dwi) Editor : Editor News