KULON PROGO - Libur lebaran memberikan angin segar bagi dunia pariwisata Kulon Progo.
Sebab mendongkrak kunjungan wisatawan dari berbagai wilayah.
Puncak wisata terjadi dalam waktu tiga hari selama libur lebaran, objek wisata di Bumi Binangun berhasil menarik puluhan ribu wisatawan.
"Hasilnya positif, diprediksi akan terus berlanjut hingga momen libur Lebaran berakhir," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman, Kamis (26/3/2026).
Sutarman menyampaikan, kenaikan jumlah kunjungan wisata saat libur Lebaran cukup signifikan.
Kenaikan diukur selama H+1 hingga H+3 libur Lebaran.
Selama tiga hari itu, ada 43.275 wisatawan yang berkunjung di objek wisata beretribusi.
"Ada kenaikan, terlihat sejak H+1 ada 12 ribu wisatawan, H+2 15 ribu wisatawan, H+3 15 ribu wisatawan," terangnya.
Sutarman mengklaim, objek wisata di Bumi Binangun masih menjadi incaran pemudik.
Terutama pemudik dari luar daerah yang hendak menghabiskan waktu di kampung halaman.
Hal inilah, yang dianggap menjadi pemantik kenaikan kunjungan wisatawan selama libur lebaran. kenaikan mencapai angka 30 persen, yang mana H+1 hingga H+3 libur Lebaran 2025 hanya mencapai 33 ribu wisatawan.
Dinpar Kulon Progo mencatat, objek wisata dengan kunjungan terbanyak jatuh pada Kawasan Pantai Glagah Congot.
Pihaknya telah memprediksi, objek wisata yang beritribusi seperti Pantai Glagah akan dipadati pengunjung.
Lantaran, barisan pantai Glagah hingga Congot kini telah bertransformasi menjadi tempat wisata yang menyesuaikan selera pengunjung.
Keberadaan cafe dengan pemandangan pantai menarik perhatian pengunjung.
"Kami masih optimis dengan target, masa libur lebaran juga masih ada waktu," ujarnya.
Sutarman menganggap, musim libur Lebaran berakhir pada Senin (30/3/2026) nanti.
Lantaran, beberapa ASN dari luar daerah masih memiliki kelonggaran waktu yang didapat dari kebijakan work from anywhere (WFA).
Di samping itu, operasional lembaga pendidikan seperti sekolah juga belum berlangsung.
Sehingga, kebanyakan keluarga masih memiliki kesempatan untuk berlibur.
Kondisi itu, membuat Dinpar Kulon Progo optimistis meraih target 100 ribu kunjungan.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo Sumantoyo mengaku pesimistis dengan momen libur Lebaran.
Sejak awal, pihaknya tak memasang target muluk-muluk untuk okupansi hotel dan restoran.
"Kami mengalir saja, tidak ada target khusus," ujarnya.
Sumantoyo mengungkapkan, pesimistis dipicu dengan keberadaan Pintu Tol Fungsional Purwomartani di Sleman yang beroperasi selama mudik Lebaran.
Keberadaan pintu tol memudahkan masyarakat untuk langsung menuju Kota Jogja hingga Kabupaten Sleman.
Sedangkan daerah pinggiran seperti Kulon Progo berpotensi ditinggalkan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva