Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Viral "Cukup Aku Saja Jadi WNI, Anakku Jangan", Ini Daftar Jebolan LPDP Berprestasi yang Bikin Bangga Indonesia

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 3 Maret 2026 | 03:30 WIB

Ilustrasi penerima beasiswa LPDP.
Ilustrasi penerima beasiswa LPDP.

RADAR JOGJA – Kasus viral pernyataan Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumni beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), kembali menjadi sorotan publik. Dalam unggahan video di media sosial, Dwi mengatakan, "Cukup aku saja jadi WNI, anak-anakku jangan", sambil memamerkan paspor Inggris milik anak keduanya yang resmi menjadi warga negara asing (WNA) Inggris.

Ucapan tersebut menuai kritik keras dari netizen hingga pejabat tinggi negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan memerintahkan Direktur Utama LPDP untuk menghubungi suami Dwi, Arya Iwantoro (juga alumni LPDP), agar mengembalikan dana beasiswa beserta bunganya. Polemik ini mencuat karena LPDP dibiayai dari dana abadi pendidikan yang bersumber dari APBN alias uang rakyat Indonesia.

Dwi Sasetyaningtyas diketahui menempuh studi S2 di Delft University of Technology, Belanda, jurusan Sustainable Energy Technology pada 2015-2017 melalui beasiswa LPDP. Ia telah menyelesaikan masa pengabdian di Indonesia. Namun, suaminya masih menjadi perhatian karena belum tuntas kewajiban pengabdian.

Di tengah kontroversi ini, banyak pihak menyoroti sisi positif program LPDP. Beasiswa bergengsi ini telah melahirkan ribuan alumni berprestasi yang berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia. Berikut beberapa jebolan LPDP yang sering disebut sebagai contoh sukses dan membanggakan:

1. Tasya Kamila

   Lulusan magister dari Columbia University, Amerika Serikat. Aktivis lingkungan yang vokal di isu pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim. Ia aktif mengkampanyekan isu-isu global dengan perspektif Indonesia.

2. Maudy Ayunda

   Peraih double degree MBA dan MA dari Stanford University, Amerika Serikat, melalui LPDP. Artis sekaligus aktivis pendidikan ini kerap bicara lantang soal akses pendidikan berkualitas bagi anak bangsa.

3. Bhima Yudhistira Adhinegara

   Alumni University of Bradford, Inggris. Ekonom yang sering menganalisis kebijakan ekonomi nasional dan memberikan pandangan kritis namun konstruktif.

4. Dyah Roro Esti Widya Putri

   Wakil Menteri Perdagangan RI, lulusan Imperial College London. Ia menjadi bukti alumni LPDP yang naik ke jabatan strategis pemerintahan dan berkontribusi langsung di level kebijakan nasional.

LPDP sendiri merupakan program beasiswa pemerintah di bawah Kementerian Keuangan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri. Hingga kini, ribuan awardee telah kembali dan mengabdi, membantah narasi negatif dari kasus-kasus individu.

Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas diharapkan menjadi momentum evaluasi lebih ketat dalam seleksi dan monitoring awardee LPDP, agar beasiswa ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia.

Pihak LPDP menyatakan bahwa Dwi telah memenuhi kewajiban studinya, sementara proses terkait suaminya masih berjalan sesuai aturan. Kementerian Hukum dan HAM juga menegaskan bahwa anak dari pasangan WNI tetap berstatus WNI secara hukum keturunan (ius sanguinis), meski memiliki paspor asing. (iwa) 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#lpdp #tasya kamila #beasiswa lpdp