Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

UII Segera Miliki Rektor Baru, Fathul Wahid Akan Kembali Fokus Mengajar, Menikmati sebagai Dosen

Delima Purnamasari • Selasa, 13 Januari 2026 | 21:03 WIB
SUDAH DUA PERIODE: Fathul Wahid yang segera mengakhiri jabatan sebagai rektor UII. Ia mengaku akan kembali fokus mengajar.
SUDAH DUA PERIODE: Fathul Wahid yang segera mengakhiri jabatan sebagai rektor UII. Ia mengaku akan kembali fokus mengajar.

SLEMAN - Universitas Islam Indonesia (UII) tengah melaksanakan proses pemilihan rektor periode 2026-2030. Nantinya, rektor terpilih akan ditetapkan pada Maret mendatang. Siapa bakal calon rektor, dan mau ke mana Fathul Wahid setelah tidak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di PTS tertua di Indonesia ini?

Ada beberapa nama bakal calon rektor terpilih seperti Akhmad Fauzi, Budi Agus Riswandi, hingga Eko Siswoyo. Dalam proses ini, Fathul Wahid dipastikan tidak bisa ikut serta karena sudah menjabat menjadi rektor selama dua periode.


"Kami sedang melangsungkan pemilihan rektor. Saya sudah dua kali, tentu tidak minta yang ketiga," terangnya sembari tertawa saat ditemui dalam media gathering UII, Selasa (13/1).


Fathul menyebut, saat masa jabatannya selesai, dia akan kembali fokus mengajar. Seperti saat mendaftar ke UII menjadi dosen, dia akan menikmati posisi ini, yakni mendidik dan mengajar mahasiswa. Baginya, rektor adalah tugas tambahan.


Pria yang menjabat ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah V ini berharap, proses pemilihan rektor bisa dilaksanakan dengan harmoni. Untuk sosok yang terpilih, diharapkan bisa melanjutkan pembangunan. Dalam hal ini menggunakan prinsip selalu hormat pada pendahulu, kritis ke masa kini, dan optimistis menyambut masa depan.


Baginya, ada berbagai pekerjaan rumah (PR) yang harus dilanjutkan agar cita-cita kampus di Jalan Kaliurang ini bisa tercapai. Misalnya mengembangkan agar cabang kampus tidak hanya berada di Jogjakarta saja, menjadikan UII sebagai universitas riset, serta membuat UII jadi pilihan mahasiswa internasional tanpa menyampingkan kebutuhan mahasiswa nasional.


"Untuk itu semua masih panjang jalannya. Kami baru bisa ikut menata. Belum tercapai penuh, tapi mulai terlihat," katanya.


Fathul Wahid sendiri sempat menjadi sorotan publik pada September 2025 lalu ketika ia secara resmi meminta agar gelar akademik "profesor" tidak perlu dicantumkan dalam korespondensi formal maupun baliho kampus. Ia ingin meruntuhkan sekat hierarki antara pimpinan dan civitas akademika. (laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kampus #perguruan tinggi #Optimistis #rektor uii #Asosiasi #pembangunan