JOGJA - Libur Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2026 (Nataru) tinggal beberapa hari lagi. Menyambut libur akhir tahun tersebut, Ketua DPRD DIY Nuryadi menilai sebagai momentum yang baik bagi wisatawan berkunjung ke Jogja.
“Jadilah tuan rumah yang baik. Sapa dan terima wisatawan dengan baik. Mereka tidak sekadar datang. Tapi juga mengunjungi objek wisata, menginap dan belanja,” ujar Nuryadi Minggu (21/12).
Karena itu, Nuryadi berpandangan Nataru menjadi waktu yang tepat bagi para pelaku pariwisata mencari rezeki. Momentumnya berbeda dengan hari-hari biasa. “Jangan sampai membuat wisatawan kapok datang ke Jogja,” ingat ketua dewan provinsi ini dengan nada serius.
Dia mewanti-wanti agar semua pihak yang berhubungan dengan jasa pariwisata bertindak fair. Misalnya, para pedagang kuliner. Sebaiknya sejak awal wisatawan diberikan daftar harga yang wajar. “Jangan sampai nuthuk yang mengundang kekecewaan. Itu akan merugikan citra pariwisata DIY,” tandasnya.
Citra yang positif harus terus dibangun dan dijaga. Nuryadi minta kejadian-kejadian yang tidak perlu jangan sampai terulang. Dia sengaja mengingatkan itu karena pariwisata menjadi tumpuan bagi masyarakat. Pertimbangannya karena DIY tak punya sumber daya alam (SDA).
Pariwisata DIY bisa menjadi rujukan bagi turis nusantara maupun mancanegara. Mendekati dengan situasi Bali. Masyarakat, lanjut Nuryadi harus siap menerima kehadiran setiap pengunjung yang datang. Mereka harus diberi ruang terbuka. Apakah mereka yang datang wisatawan, warga asal DIY yang sedang pulang kampung atau pengunjung lainnya yang menikmati liburan di kota pelajar ini.
Mereka yang datang ke Jogja harus disambut dengan ramah. Apalagi pintu orang berkunjung ke DIY semakin banyak. Tol Solo-Jogja sudah sampai Prambanan, Sleman. Ini semakin memudahkan orang yang ingin ke Jogja. Dengan kemudahan akses transportasi itu orang tidak sekadar lewat. Namun bisa mampir dan menginap beberapa hari.
Dengan demikian, sektor pariwisata semakin terangkat. Berbagai oleh-oleh produk UMKM bisa dibeli. Ini akan menambah pendapatan. Muaranya bisa berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Sejak sekarang semua elemen harus bersiap diri. Sambut dengan ramah dan baik para wisatawan,” ajaknya.
Masih terkait dengan libur Nataru, Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari mengakui, selama beberapa hari terakhir tercatat kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Terutama beras, cabai, dan telur.
Menyikapi itu, Ndari, sapaan akrabnya, meminta Dinas Perindustian dan Perdagangan DIY, Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY serta sejumlah instansi terkait segera mengambil langkah stabilisasi. “Khususnya dengan operasi pasar dan koordinasi distribusi agar harga-harga kembali terkendali,” ungkapnya.
Dikatakan, Pemda DIY perlu memperkuat antisipasi menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok. Upaya itu perlu dilakukan lebih awal. Bentuknya, melalui serangkaian pasar murah dan operasi pasar.
Dia juga menyoroti pentingnya pengawasan. Fenomena seperti lonjakan tarif parkir atau kenaikan harga makanan harus ditangani sejak awal. Itu agar tidak menimbulkan keresahan wisatawan yang berkunjung ke DIY.
Ndari juga mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan dalam pola konsumsi selama libur Nataru. Di sejumlah wilayah di Indonesia, tengah menghadapi bencana. Libur Nataru hendaknya diisi dengan sikap empati, solidaritas, dan kepedulian sosial. Masyarakat diimbau lebih peduli dan berbagi. Baik melalui donasi, dukungan moral, maupun aksi gotong royong lainnya. (kus)