Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Hanya Kewek Jogja, Jembatan Sardjito dan Muja Muju Sisi Utara Juga Butuh Perhatian, Bergetar saat Kendaraan Besar Melintas Warga Waswas

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 22 Desember 2025 | 03:36 WIB

 

 

PERLU PERHATIAN: Pengguna jalan melintas di Jembatan Sardjito, Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Jogja, kemarin (14/12).
PERLU PERHATIAN: Pengguna jalan melintas di Jembatan Sardjito, Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Jogja, kemarin (14/12).

JOGJA - Pemkot Jogja maupun Pemprov DIY kini tengah fokus mengajukan perbaikan Jembatan Kewek ke pemerintah pusat. Namun di balik itu, ternyata masih ada dua jembatan lain di Kota Jogja yang perlu perhatian.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Jogja Hasri Nilam Baswari mengatakan, Jembatan Sardjito di Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis dan Jembatan Muja Muju sisi utara di Kemantren Umbulharjo, membutuhkan perbaikan. Keduanya pun menghadapi permasalahan konstruksi yang berbeda.

Jembatan Muja Muju sisi utara misalnya, masih masih menggunakan callender hamilton. Berdasarkan arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), jembatan yang masih menggunakan konstruksi callender hamilton  wajib diganti lantaran biasanya sudah tua dari segi usia.

Sementara untuk Jembatan Sardjito, ungkap Nilam, perlu penggantian pelat lantai jembatan. Penggantian pelat lantai bertujuan agar konstruksi jembatan tetap optimal, sehingga kuat menopang beban kendaraan yang melintas.

"Dua-duanya sudah kami usulkan untuk perbaikan, melalui instruksi presiden jalan daerah maupun dana alokasi khusus pemerintah pusat ,” ujar Nilam saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (7/12).

Ia mengakui, pemkot tidak memiliki kemampuan anggaran untuk perbaikan dua jembatan itu. Sebab kebutuhannya bisa Rp 21 miliar. Rinciannya, Rp. 16 miliar untuk penggantian konstruksi Jembatan Muja Muju dan penggantian pelat Jembatan Sardjito senilai Rp. 5 miliar.

Dia pun menyatakan tidak bisa memastikan kapan kedua jembatan itu diperbaiki. Lantaran untuk 2026 mendatang, pemerintah pusat akan lebih fokus terhadap perbaikan Jembatan Kewek yang kebutuhan anggarannya mencapai Rp 19 miliar.

Demikian pula untuk Jembatan Muja Muju sisi utara dan Jembatan Sardjito, sejatinya belum masuk kategori kritis. Dalam arti masih aman bertahan untuk beberapa tahun ke depan jika penggunaan normal. "Hanya diperlukan penggantian saja dengan baja yang lebih baru,” jelasnya.

Sementara terkait kondisi Jembatan Tegalrejo yang terletak di sisi barat simpang empat Jlagran, Nilam menyebut kondisinya masih sangat baik, meskipun sering bergetar ketika dilintasi kendaraan berat.

Menurutnya, jembatan yang baik memang harus bergetar ketika dilintasi kendaraan. Sebab kondisi itu merupakan tanda bahwa roll atau sistem tumpuan jembatan masih berfungsi dengan baik. “Jembatan memang harus bergetar kalau dilewati kendaraan besar,” ungkapnya.

 

Khawatirkan saat Macet di Jembatan

Seorang warga Muja Muju RW 09 RT 29, Trisno Kismadi merasakan kondisi fisik Jembatan Muja Muju sisi utara sudah mulai menurun. Hal ini berbeda dengan jembatan sisi selatan yang sudah dibangun baru.

Bukan tanpa alasan Trisno mengatakan hal itu. Sebab, indikasi penurunan kualitas jembatan ia dengar jelas saat dilewati kendaraan besar. 

"Kalau konstruksinya mungkin sudah agak rawan. Karena umurnya juga sudah 40 tahunan," jelasnya saat ditemui Radar Jogja di sekitar Jembatan, Minggu (7/12).

Meski secara pribadi ia tidak merasa takut saat melintas di Jembatan Muja Muju itu, pria berusia 57 tahun ini merasa jika jembatan itu sudah saatnya diperbaiki. Warga sekitar pun ingin jika jembatan tersebut diganti seperti sisi selatan.

Oleh karena itu Trisno berharap pemerintah segera melakukan peremajaan pada jembatan itu. "Yang sebelah utara, rencana tahun kemarin sudah mau diganti seperti yang sisi selatan. Tapi sampai saat ini belum update lagi," tuturnya.

Di lokasi berbeda, kekhawatiran juga menyelimuti warga di sekitar Jembatan Sardjito. Dessy Eka, warga Jetisharjo RT 32 juga menyoroti tingkat kerawanan jembatan yang berada di Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis itu.

Perempuan berusia 40 tahun ini mengaku waswas dengan kekuatan struktur jembatan yang sudah tua.

Terutama saat terjadi kemacetan di atas jembatan.  "Cuma nek aku ngeliatnya ya, kayak ngerinya itu kalau pas macet. Mungkin umur jembatan sudah 40 tahunan lebih," katanya.

Selain merasa waswas dengan struktur jembatan, Dessy juga menyoroti minimnya penerangan jalan di area jembatan. Sebab, menurutnya, kondisi gelap di malam hari membuat kawasan itu rawan kecelakaan. "Memang sering kecelakaan soalnya," tuturnya. (inu/ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Pemprov DIY #Jembatan Sardjito #DPUPKP Kota Jogja #Pemkot Jogja #Jembatan Muja Muju